Kasus Tolikara, Polisi Masih Mencari Aktor Utama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam acara silaturahim dengan ulama Banten, Kamis, 9 Juli 2015, Menkopolhukam, Tedjo Edhy Purdijanto, mengungkapkan tentang bergabungnya dua mantan pilot TNI dengan ISIS. TEMPO/Darma Wijaya

    Dalam acara silaturahim dengan ulama Banten, Kamis, 9 Juli 2015, Menkopolhukam, Tedjo Edhy Purdijanto, mengungkapkan tentang bergabungnya dua mantan pilot TNI dengan ISIS. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Makassar  - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan saat ini kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi terkait dengan kerusuhan di Tolikara, Papua, untuk menetapkan tersangka pelaku utama.

    "Saat ini kepolisian di sana masih melakukan pemeriksaan untuk mencari para pelaku dan aktor intelektual yang menyebabkan kericuhan di sana," kata Tedjo setelah menghadiri acara silaturahmi dengan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Kamis, 23 Juli 2015.

    Tedjo mengatakan, kalau semua proses hukum telah selesai, hasilnya diumumkan kepada publik. Sambil menunggu hasil proses itu, Tedjo melanjutkan, dia meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang simpang-siur ihwal Tolikara.

    "Saya harap seluruh masyarakat dapat berpikir jernih soal itu, dan tidak ada aksi balas dendam atau apa pun karena kondisinya sudah kondusif," ujar Tedjo.

    Dia pun berpesan kepada masyarakat agar bangsa ini tidak porak-poranda hanya karena ulah sekelompok golongan. "Yang bikin gaduh bangsa ini adalah orang tidak berfokus pada keahliannya, sehingga bisa memperburuk keadaan," ucap Tedjo.

    Dia mencontohkan tukang sayur yang mengomentari masalah agama serta tokoh agama yang mengomentari masalah politik. Seharusnya, kata Tedjo, mereka berfokus pada pekerjaan masing-masing.

    "Saya harap semuanya dapat menjaga kondisi yang kondusif. Apalagi dalam rangka menghadapi pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan serentak nanti," katanya.

    IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.