Budi Waseso, Mulutmu, Harimaumu!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Budi Waseso, menjadi salah satu nama calon Kapolri.  Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menjaring enam komisaris jenderal yang akan diajukan menjadi pengganti Budi Gunawan, yang tidak kunjung dilantik sebagai Kapolri. ANTARA/M Agung Rajasa

    Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Budi Waseso, menjadi salah satu nama calon Kapolri. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menjaring enam komisaris jenderal yang akan diajukan menjadi pengganti Budi Gunawan, yang tidak kunjung dilantik sebagai Kapolri. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak diangkat menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian, Komisaris Jenderal Budi Waseso kerap melontarkan pernyataan yang menyulut perdebatan panjang di publik. Berikut beberapa pernyataan kontroversialnya:

    1. “Saya adalah anak buahnya langsung, dan mendampingi pimpinan itu wajar.”
    --Menanggapi aktivis antikorupsi yang mengkritik kehadirannya di belakang Komjen Budi Gunawan saat menjalani uji kelayakan calon Kapolri di gedung DPR RI.

    2. “Institusi dan anggota juga ikut senang. Wajar saja, itu tidak dilarang.”

    --Mengomentari aksi puluhan polisi yang berjoget komando di halaman Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, setelah hakim Sarpin Rizaldi memutuskan penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka KPK tidak sah secara hukum. (Baca: Tangani 9 Kasus Kakap, Budi Waseso Minta Tambahan Anggaran)

    3. “Tidak boleh ada pengkhianat di tubuh Polri. Pengkhianat itu darahnya halal.”
    --Menanggapi dugaan adanya petinggi Polri yang membantu KPK untuk menjerat Budi Gunawan.

    4. “Artinya begini, perkataan Wakapolri itu untuk kelengkapan lain. Kami tetap jalan untuk melengkapinya.”
    --Membantah pernyataan Jenderal Badrodin Haiti (ketika itu Wakapolri) terkait dengan penghentian penyidikan atas Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. (Baca: 'Masak, Ukuran Prestasi Kabareskrim Cuma Tangani Kriminalisasi?')

    5. “Itu kewenangan penyidik. Saya tak bisa mengintervensi.”

    --Mengomentari rencana penahanan Bambang Widjojanto meski sebelumnya Badrodin sudah berjanji Bambang tak bakal ditahan.

    6. “Kita ini kan mengikuti aturan hukum. Jangan lebay, lah.”
    --Menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo agar Polri tak menahan penyidik KPK, Novel Baswedan.

    7. “Enggak usah berkomentar, lah, kalau tidak mengerti penegakan hukum.”

    --Menanggapi komentar Buya Ahmad Syafii Maarif ihwal penetapan dua pemimpin Komisi Yudisial sebagai tersangka oleh Bareskrim. (Baca: KY Minta Tolong Jokowi, Budi Waseso: Kok, Ketakutan?)

    JULI | EVAN/PDAT (Sumber Diolah Tempo)

    Berita Menarik:

    Biasa Pakai Pertamax Beralih ke Pertalite, Ini Akibatnya

    Mau Cari Pertalite? Ini Daftar SPBU yang Jual
    KPK Panggil Pengacara Cantik Anak Buah OC Kaligis


    Eksklusif :Pengakuan Anak Buah OC Kaligis Soal Gatot dan Evi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.