Wali Kota Risma akan Wajibkan Pelajar Senam Pagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana bersalaman dengan ratusan pegawai Pemkot Surabaya saat halal bihalal di halaman Balaikota Surabaya, 22 Juli2015. Halal bihalal diikuti oleh seluruh jajaran pemerintah kota Surabaya. FULLY SYAFI

    Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana bersalaman dengan ratusan pegawai Pemkot Surabaya saat halal bihalal di halaman Balaikota Surabaya, 22 Juli2015. Halal bihalal diikuti oleh seluruh jajaran pemerintah kota Surabaya. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO , Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan mewajibkan pelajar  untuk melakukan senam pagi sebelum masuk kelas. Program baru ini akan diterapkan mulai  tahun ajaran baru 2015-2016.

    “Gerakan dan musik senam pagi itu diciptakan oleh mereka sendiri, bebas,” kata Risma kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 23 Juli 2015.

    Menurut Risma, senam pagi itu sudah pernah dicoba kepada jajarannya yang diintruksikan selalu senam pagi untuk sekedar mendapatkan sinar matahari. Hasilnya, fisik dan daya tahan tubuh pegawai  diakui sangat kuat dan bagus. "Kalau dapat sinar matahari pagi hari itu sehat."

    Risma berharap program ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas belajar mengajar. Dengan demikian mereka akan merasa enak belajar.

    Selain itu, Risma juga berkomitmen akan mengembangkan bakat dan minat pelajar. Salah satunya melalui pengembangan olahraga, yakni sepak bola. Ia berencana akan mendatangkan pemain sepak bola senior asal Surabaya untuk menjadi guru khusus membina sepak bola pelajar. "Kami juga berencana cari pelukis, penulis buku, pemusik yang baik, untuk mengajarkan anak-anak," katanya.

    Risma menambahkan, pihaknya telah membangun 100 lapangan baru di setiap sekolah untuk menunjang program tersebut. "Tahun ajaran baru ini semoga bisa digunakan semuanya," kata dia.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.