Usut Penembakan di Tolikara, Ini Upaya Polda Papua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yulianus Lambe, 28 tahun, korban tembak saat rusuh di Tolikara. Saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dok 2 Kota Jayapura, Papua, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi

    Yulianus Lambe, 28 tahun, korban tembak saat rusuh di Tolikara. Saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dok 2 Kota Jayapura, Papua, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO.CO , Karubaga - Kasubdit Pertanggungjawaban Profesi Polda Papua, Ajun Komisaris Besar M. Duilah mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 22 anggota Polres Tolikara terkait peristiwa penembakan dalam peristiwa kerusuhan di Tolikara, Jumat, 17 Juli lalu. Kepala Kepolisian Resor Tolikara Ajun Komisaris Besar Soeroso termasuk yang diperiksa.

    "Kami  memeriksa Kapolres, Kasat intel, Kasat serse, Kasat sabhara. Pemeriksaan dilakukan di kantor
    Polres Tolikara," kata Duilah di Mapolres Tolikara, Kamis, 23 Juli 2015.

    Sebanyak 12 orang anggota Gereja Injili di Indonesia (GIDI) tertembak dalam kerusuhan itu. Satu diantaranya bahkan meninggal karena terkena tembakan di perutnya. Bentrokan pecah setelah GIDI memprotes penyelenggaraan salat Id di lapangan Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) 1702-11, Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua. Mereka berdalih telah memberitahukan agar kegiatan ibadah Lebaran tak dilaksanakan di daerah tersebut karena berbarengan dengan acara seminar dan kebaktian kebangunan rohani (KKR) pemuda GIDI.

    Duilah mengatakan, pemeriksaan terhadap anggota polisi mulai  dilakukan sejak Minggu, 19 Juli. Pihaknya juga memeriksa prosedur penggunaan senjata api pada peristiwa itu. Beberapa anggota polisi yang bertugas di bidang  senjata api juga diperiksa. "Bagaimana senpi itu harus  keluar, ada aturan, siapa yang mengetuk lonceng, siapa yang suruh kumpul. Mekanisme itu yang kami laksanakan," ujarnya. ‎

    Selain memeriksa 22 anggota Polres Tolihara, 3 warga juga dimintai keterangan atas apa yang dilihatnya tentang peristiwa itu.

    MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.