Kekeringan Ancam 100 Ribu Hektare Sawah di Jawa Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga membawa air melewati sawah yang gagal panen akibat kekeringan di desa Ridogalih, Cibarusah, Bekasi, Senin (27/8). Sudah tiga bulan terakhir di tiga desa tersebut dilanda kekeringan. TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang warga membawa air melewati sawah yang gagal panen akibat kekeringan di desa Ridogalih, Cibarusah, Bekasi, Senin (27/8). Sudah tiga bulan terakhir di tiga desa tersebut dilanda kekeringan. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Bandung: Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jawa Barat Diden Trisnadi mengatakan, sudah 101 ribu hektare lahan sawah di Jawa Barat terancam kekeringan. "Itu yang terancam, kalau yang sudah kekeringan 49 ribuan hektare," kata dia di Bandung, Rabu, 23 Juli 2015.

    Diden mengatakan, sawah yang terancam itu dalam posisi tanaman masih hijau. "Yang tercancam itu artinya masih hijau, tapi airnya sudah kurang. Jadi kalau jarak seminggu sudah tidak hujan, kena juga akhirnya," kata dia.

    Menurut Diden, pemerintah berkonsenterasi menyelamatkan tanaman padi dalam posisi terancam tersebut. Tanaman padi yang sudah dalam posisi kekeringan itu, jika kembali terairi, hanya 25 persennya saja yang selamat. Pihaknya menyelamatkan sawah yang terancam itu.

    Diden mengatakan, ancaman kekeringan terjadi merata di seluruh wilayah Jawa Barat. Tapi tidak semua daerah punya peluang yang sama, bergantung masih ada atau tidaknya sumber air.

    Pemerintah mengalokasikan pompa dengan melihat dulu sumbernya. Di wilayah pantai utara misalnya, air permukaan sudah kering, tapi banyak lokasi yang bisa dibangun sumur pantek. Kalau di selatan, kecil, tapi potensi sungai yang ada masih bisa dimanfaatkan.

    Dia mengaku, kemarau saat ini berpotensi mengancam target produksi padi. Diden beralasan, pada posisi bulan yang sama saat ini, luas lahan sawah yang mengalami kekeringan sudah dua kali lipat bulan yang sama tahun 2012.

    Pada 2012, produksi padi Jawa Barat anjlok akibat kemarau. Saat itu produksi padi hanya 11,2 juta ton gabah kering giling, sementara setahun sebelumnya mencapai 11,63 juta ton. "Di posisi bulan yang sama dibandingkan tahun 2012, sekarang luas yang kekeringan sudah dua kali lipatnya," kata Diden.

    Catatan terakhirnya, luas lahan sawah yang sudah mengalami kekeringan menembus 49 ribu hektare kendati baru dua hektar dari luasan lahan itu yang mengalami puso atau gagal panen. "Ada yang ringan, sedang, dan berat. Yang paling besar di Indramayu sampai 12 ribuan hektare," kata Diden.

    Diden mengatakan, lahan sawah kekeringan yang paling luas berada di wilayah pantai utara (pantura). Sementara di selatan terluas berada di Sukabumi dan Garut. "Di Sukabumi itu sekitar enam ribuan hektare," kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.