Jaringan Masyarakat Kendeng Tidak Ikut Aksi Blokir Pantura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Pengunungan Kendeng, Pati, melakukan unjuk rasa didepan gedung KPK, Jakarta, (25/11). Dalam aksinya mereka membawa hasil panen, sebagai bentuk protes terhadap rencana pembangunan pabrik semen di wilayah mereka karena dapat mengganggu mata air dan mengganggu siklus panen. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sejumlah warga Pengunungan Kendeng, Pati, melakukan unjuk rasa didepan gedung KPK, Jakarta, (25/11). Dalam aksinya mereka membawa hasil panen, sebagai bentuk protes terhadap rencana pembangunan pabrik semen di wilayah mereka karena dapat mengganggu mata air dan mengganggu siklus panen. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) tidak terlibat dalam pemblokiran jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa di Jalan Raya Kudus-Pati Kilometer 6 pada Kamis, 23 Juli 2015.

    Aksi yang diikuti ratusan warga yang memprotes rencana pembangunan pabrik semen oleh anak perusahaan PT Indocement itu membuat lalu lintas kendaraan dari Surabaya menuju Jakarta dan sebaliknya lumpuh total.

    "Kami mengutamakan cara-cara damai dalam mengadakan berbagai aksi penyelamatan lingkungan. Kami memohon maaf kepada semua pihak atas kesalahan yang kami sengaja maupun tidak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut," kata Koordinator JM-PPK Gunritno dan Bambang Sutikno dalam siaran pers yang diterima Tempo pada Kamis malam, 23 Juli 2015.

    Gunritno menjelaskan, aksi itu dapat dipahami sebagai ungkapan kemarahan warga atas sikap Bupati Pati yang tetap mengeluarkan izin lingkungan kepada PT Sahabat Mulia Sakti, anak perusahaan PT Indocement. Padahal, kata Bambang, studi analisis mengenai dampak lingkungan menyatakan sekitar 60 persen warga menolak pendirian pabrik semen tersebut. 

    Pada Kamis, 23 Juli 2015, JM-PPK mengadakan halalbihalal di Omah Kendeng, Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. "Lebaran menjadi saat di mana kita bertemu untuk kembali berjabat tangan, mengeratkan tali silaturahmi dengan saling memaafkan," kata Gunritno.

    Acara halalbihalal di Omah Kendeng ini cukup meriah dengan berbagai kegiatan. Di antaranya doa syukur Idul Fitri, lokakarya sablon cukil oleh kelompok musik Marjinal, serta acara penutup berupa penampilan Marjinal bersama grup gamelan anak- anak Wiji Kendeng yang membawakan lagu Suwe Ora Jamu.

    Sementara itu, di lokasi sekitar 30 kilometer arah utara Omah Kendeng, berlangsung pemblokiran jalur Pantura di ruas jalan yang menghubungkan Pati dengan Kudus. Aksi itu dilakukan sekelompok warga yang mengatasnamakan Ahli Waris Gunung Kendeng. Bambang Sutikno menegaskan, pihaknya tidak mengikuti ataupun mengorganisasi pemblokiran jalan itu. 

    UWD 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.