Demo Tolak Pabrik Semen di Pati Rusuh, Ini Imbauan Gubernur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan awak media usai melakukan kunjungan kerja di Pos Terpadu Exit Tol Pejagan Brebes, Jawa Tengah, Rabu, 15 Juli 2015. Ganjar mengajak agar Pemudik melewati Jalur Selatan yang relatif sepi, karena Jalur Pantura akan diprediksi semakin padat pada malam ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan awak media usai melakukan kunjungan kerja di Pos Terpadu Exit Tol Pejagan Brebes, Jawa Tengah, Rabu, 15 Juli 2015. Ganjar mengajak agar Pemudik melewati Jalur Selatan yang relatif sepi, karena Jalur Pantura akan diprediksi semakin padat pada malam ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga Samin yang berunjukrasa memprotes izin lingkungan pendirian pabrik semen oleh PT Sahabat Mulia Sakti, anak usaha PT Indocement,  tidak mudah terprovokasi melakukan kekerasan. Demo tersebut  berlangsung ricuh hingga masyarakat memblokade jalan raya jurusan Kudus-Pato, Jawa Tengah, Kamis 23 Juli 2015.

    "Kan izinnya sedang digugat ke PTUN, tolong warga tenangkan diri dulu. Kita kawal sidang ini bersama-sama," ujar Ganjar saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis, 23 Juli 2015.

    Demonstrasi oleh masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Selatan ini berpangkal dari penerbitan izin lingkungan untuk pembangunan pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, Tambakromo, dan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada awal 2015 lalu. Warga beranggapan Bupati Pati Haryanto mengabaikan aspirasi warga pada sidang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Di sidang tersebut, 67 persen warga Pati menolak pembangunan pabrik semen.

    Penolakan dilontarkan lantaran pembangunan pabrik semen mengancam aktivitas pertanian warga. Pembangunan juga mengancam rusaknya jaringan irigasi dari pegunungan Kendeng ke lahan pertanian warga.

    Adapun gugatan diajukan ke PTUN Semarang pada awal Maret lalu oleh koordinator Tim Advokasi Peduli Pegunungan Kendeng, Zainal Arifin. Bersama Zainal, warga Pati yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng pimpinan Gunretno, juga bergabung.

    Ganjar mengaku sudah menunda surat rekomendasi yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi terhadap PT SMS. Surat ini adalah bekal PT SMS untuk mengajukan izin usaha pertambangan (IUP) ke Dinas ESDM Provinsi. Sehingga, sampai saat ini aktivitas pembangunan diklaim Ganjar belum berjalan.

    "Saya memang tidak bisa berbuat banyak karena izin itu di tangan Bupati. Jadi kita hormati proses hukum saja. Kalau semua izin dibatalkan karena demo ya repot juga," kata dia.

    Demo berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tadi. Situasi ricuh sejak blokade dimulai pada pukul 11.00, hingga pukul 15.23 WIB, massa pun membubarkan diri dengan sendirinya.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.