Ridwan Kamil Gandeng Polisi Cari Penggunting CCTV  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendag Rachmat Gobel (tengah) menanyakan kondisi pasca kebakaran Pasar Induk Gedebage kepada Walikota Ridwan Kamil dan Gubernur Ahmad Heryawan di Bandung, 21 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Mendag Rachmat Gobel (tengah) menanyakan kondisi pasca kebakaran Pasar Induk Gedebage kepada Walikota Ridwan Kamil dan Gubernur Ahmad Heryawan di Bandung, 21 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung -Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menggandeng Kepolisian untuk mencari pelaku perusak 12 unit CCTV milik Pemkot Bandung. Kamera-kamera pemantau itu rusak karena kabel koneksinya dipotong orang iseng.

    "Saya sudah lapor, seperti pengutil besi juga sudah saya laporkan," kata Ridwan Kamil di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kamis 23 Juli 2015.

    Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, aksi perusakan fasilitas umum dan vandalisme sudah sering terjadi. Seperti penyakit kronis, kejahatan ini sulit sekali dihilangkan.

    "Kalau masalah vandalisme ini banyak. Di Braga itu tiang-tiang lampunya banyak dipretelin. Ada patung Maung Bandung sudah hilang empat, lampu-lampu di Braga udah hilang dua tiang. Papan nama Braga, Naripan, Asia Afrika tinggal besinya saja," ungkapnya.

    Artinya, lanjut Ridwan Kamil, di Kota Bandung masih banyak kejahatan yang mengincar infrastruktur. "Masih banyak yang tidak menghargai usaha Pemkot dalam memperbaiki infrastruktur. Variasi kejahatan infrastruktur itu banyak," katanya.

    Agar kamera-kamera pengawas itu kembali berfungsi, pria lulusan University of California, Berkeley, Amerika Serikat ini berjanji akan mengganti CCTV yang rusak. "Kami akan ganti secepatnya, sambil kami kondisikan apakah ada tehnik antimaling dalam prakteknya agar jangan terulang lagi," katanya.

    Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pemerintah Kota Bandung resah oleh tangan-tangan jahil yang merusak sarana kamera pemantau alias CCTV di beberapa titik di Kota Bandung. Menurut Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Telematika Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Bandung Srie Dhiandini, dari 95 unit CCTV yang telah terpasang di 75 titik, 12 unit CCTV yang terkoneksi dengan Pusat Komando Bandung Command Centre ini tidak berfungsi lantaran kabel koneksinya dipotong oleh orang tidak dikenal.

    "Sering banyak orang iseng, kabel CCTV-nya digunting. Kemarin seminggu sebelum lebaran tercatat sudah ada 12 CCTV," ungkap Srie kepada Tempo, Kamis, 23 Juli 2015.

    Hingga saat ini, Srie belum mengetahui alasan kabel-kabel CCTV tersebut dipotong. Beberapa titik CCTV yang dirusak diantaranya ada di Jalan Ahmad Yani, Tegalega dan Jalan Cendana. "Ini jelas dipotong. Kalau putus karena faktor alam berbeda," imbuhnya.

    Selain rusak karena dipotong orang, 7 kamera CCTV lainnya juga rusak. 4 unit kamera, lanjut Srie, rusak karena box panel kemasukan air dan 3 CCTV di Jalan Sukajadi tertimpa papan reklame. "Yang tertimpa papan reklame sampai saat ini belum diganti. Padahal sudah janji mau diganti," imbuhnya.

    Srie menambahkan, Pemerintah Kota Bandung merasa kesulitan untuk merawat CCTV yang tersebar di seluruh penjur kota. Untuk itu, Pemkot Bandung berencana menggandeng pihak swasta untuk menghandle perawatan CCTV. "Ini tantangan besar. Kalau sama swasta akan dicek secara berkala," imbuhnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.