Masih Konflik, Agung Laksono Lantik Pengurus Golkar Bengkulu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono memimpin Rapat Pimpinan Nasional II Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, 19 Mei 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono memimpin Rapat Pimpinan Nasional II Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, 19 Mei 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Bengkulu-Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat  Partai Golongan Karya versi Musyawarah Nasional Ancol Agung Laksono melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah  Partai Golkar Provinsi Bengkulu serta pengurus tingkat kabupaten/kota, Kamis, 23 Juli 2015.

    Kedatangan Agung seperti memberi sinyal bahwa Partai Golkar versi Ancollah yang bakal mengajukan  kandidat calon  Gubernur Bengkulu  ke Komisi Pemilihan Umum setempat pada pemilihan kepala daerah serentak akhir tahun ini. Namun Agung belum bersedia menjelaskan figur yang diusung.

    "Sampai sekarang saya belum bisa menyimpulkan kandidat yang diusung, semua masih dinamis dan menunggu hasil survei yang lebih obyektif. Kita ingin melihat kredibilitas berdasarkan popularitas dan akseptabilitas. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan track record, kompetensi, pendidikan dan sebagainya," kata Agung seusai pelantikan.

    Menurut Agung paling lambat Partai Golkar mengumumkan kandidat calon Gubernur Bengkulu pada Sabtu, 25 Juli 2015  dan sehari kemudian berkasnya dibawa ke KPU Bengkulu. "Surat penetapan akan dikeluarkan oleh pengurus DPD Golkar versi kami, dan versi yang lain juga akan mengeluarkan versinya. Apabila kedua versi mengusung kandidat yang sama, maka kandidat itu bisa lebih gampang lolos," katanya.

    Menurutnya, perselisihan kepengurusan kedua kubu Golkar sudah diserahkan sepenuhnya ke wilayah hukum dan sedang diproses di Peradilan Tata Usaha Negara  maupun Pengadilan Negeri. Dia berharap  segera menghasilkan putusan hukum tetap. "Kami sudah berjanji dengan ARB (Aburizal Bakrie) bahwa inkrah di kasasi Mahkamah Agung dan tidak ada perdebatan lagi," ujarnya.

    Agung mengakui bahwa islah yang berlaku saat ini merupakan islah terbatas khusus pencalonan kepala daerah saja sehingga Partai Golkar memiliki dua dewan pimpinan. Namun setelah putusannya berkekuatan hukum tetap, Golkar kembali kepada satu pimpinan. "Kita akan kembali kepada yang sah nantinya. Yang terpenting tidak ada bentrok fisik, perbedaan sikap itu hal yang wajar," ucap Agung.

    Agung  melantik Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti sebagai Ketua  Partai Golkar Provinsi Bengkulu didampingi 13 wakil ketua, antara lain Tantawi Jauhari, Chaeruddin, Buyung Kasdi, Daryanto, Samsul Huda, Abdullah Abbas, Marjoyo, Didi Guntar, Miftahul Jazim, Zaitun Azlah, M. Kosim, Husnan, dan Khairil Burhan.

    Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Syaukani Dahri, dengan Wakil Sekretaris Ikademan, Nulpandi Helina Yuspardial, Riki John Hendri, Edy Irha, Muhammad Al Abror, Nyimas Pracela Celvia, Rasidin Karanai, Nazamudin, Farida Yulia, Liza Susanti, dan Mulyadi Usman. Adapun Anwar Rasyid dilantik sebagai bendahara dengan didampingi wakil bendahara Dahlinawati, Agustian, Setia Lanria, Faridah Baijuri, dan Heri Purwanto.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.