Muktamar Muhammadiyah, Din Syamsuddin Akan Diarak Nelayan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Din Syamsuddin diapit oleh Drs. Goodwill Zubir (kiri) dan Dr. Haedar Nashir dalam sidang pleno penetapan ketua umum PP Muhammadiyah 2010-2015 dalam Muktamar Muhammadiyah di Sportorium UMY, Rabu (7/7). Dalam sidang ini, secara resmi ketua incumbent Din Syamsuddin terpilih kembali menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk kepengurusan tahun 2010-2015. Tempo/Arif Wibowo

    Din Syamsuddin diapit oleh Drs. Goodwill Zubir (kiri) dan Dr. Haedar Nashir dalam sidang pleno penetapan ketua umum PP Muhammadiyah 2010-2015 dalam Muktamar Muhammadiyah di Sportorium UMY, Rabu (7/7). Dalam sidang ini, secara resmi ketua incumbent Din Syamsuddin terpilih kembali menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk kepengurusan tahun 2010-2015. Tempo/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Makassar - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin diagendakan membuka secara resmi pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Senin 3 Agustus 2015. Panitia pelaksana mempersiapkan penyambutan secara simbolis berupa arak-arakan perahu nelayan di sekitar Pantai Losari pada pagi hari sebelum muktamar dibuka di Lapangan Karebosi.

    Ketua Panitia Muktamar ke-47, Syaiful Saleh mengatakan, perahu khusus yang akan digunakan oleh Din Syamsuddin beserta rombongannya akan dikelilingi perahu nelayan membentuk formasi. Arak-arakan mengambil rute pelayaran singkat di sekitar perairan pantai barat Makassar dan berakhir di Anjungan Pantai Losari. "Penjemputan ini bentuk penghormatan kepada ketua umum," kata Syaiful pada komferensi pers di Makassar, Kamis 23 Juli 2015.

    Syaiful menyebutkan, seluruh perahu pengiring bakal dimeriahkan dengan pemasangan bendera identitas. Sebanyak 105 di antaranya mengusung simbol Muhammadiyah, sedangkan 100 lainnya berbendera Aisyiah. Selain menyelenggarakan Muktamar Muhammadiyah, pada saat yang bersamaan juga diperingati Satu Abad Aisyiah.

    Syaiful juga memastikan bahwa muktamar dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan hadir pada acara pembukaan, tapi hanya untuk memberi amanat kepada para peserta. "Ini menjadi kebiasaan Muhammadiyah sejak muktamar ke-44, di mana ketua selalu membuka acara," kata dia.

    Perbedaan berlaku pada penutupan, yang tidak mesti ditutup oleh ketua. Panitia memastikan muktamar kali ini ditutup pada 7 Agustus oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. "Beliau sudah mengkonfirmasi kedatangan sebelum presiden menyatakan kesediannya untuk hadir," ujar Syaiful.

    Syaiful melanjutkan, panitia pelaksana sejauh ini sudah hampir 100 persen siap menggelar muktamar yang diperkirakan diikuti sekitar 3.000 peserta. Kesiapan meliputi fisik dan teknis, termasuk anggaran sebesar Rp 77 Miliar. "Kami menegaskan muktamar ini bersifat mandiri, tanpa bantuan pemerintah. Kita hanya memohon kehadiran kepala negara," ujarnya.

    Koordinator Media Muktamar Muhammadiyah, Ahmad Ma'ruf menjelaskan, agenda nasional lima tahunan akan diisi dengan bebagai sidang. Agenda utamanya pemilihan ketua beserta pengurus pusat periode selanjutnya. Pemilihan berdasarkan hasil pemungutan suara terbanyak.

    AAN PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.