Budi Waseso Sebut Tak Ada Pejabat Terlibat Ricuh Tolikara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, bersama Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Sihaan, serta muspida Provinsi Papua menjenguk Galibuli Jikwa (50 tahun), korban tertembak dalam rusuh Tolikara, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi

    Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, bersama Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Sihaan, serta muspida Provinsi Papua menjenguk Galibuli Jikwa (50 tahun), korban tertembak dalam rusuh Tolikara, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan sampai saat ini tidak ada pejabat yang terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Tolikara. "Enggaklah, pejabat tidak ada (yang terlibat)," katanya di Mabes Polri Kamis 23 Juli 2015.

    Ia mengatakan hari ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi yang diduga terlibat dalam kerusuhan itu. Jumlah mereka meningkat dari 32 orang menjadi 37 saksi. Ia pun belum menetapkan tersangka dalam kasus itu. "Kami konsekuen dalam penegakan hukum. Ikuti saja perkembangannya," katanya

    Menurutnya, pengumuman tersangka akan diumumkan nanti, baik oleh penyidik di daerah atau di pusat. Ia pun belum bisa memastikan apakah kerusuhan ini adalah tindakan disengaja atau tidak. "Pengembangannya nantilah setelah pemeriksaan," katanya.

    Sebelumnya, sempat beredar empat orang yang akan ditetapkan tersangka dalam kerusuhan itu. Namun ia belum bisa memastikan hal itu. "Ini kami mau membuktikan seobyektif mungkin dan seakurat mungkin," lanjutnya.

    Kerusuhan di Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua terjadi saat umat Islam melaksanakan shalat Ied. Sebanyak 53 kios habis terbakar, termasuk musala yang berada di lingkungan kios. 

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.