Gara-gara Batu Akik, Remaja Ini Dipukul dan Disetrum Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Jakarta - Modesta Taon, 17 tahun, yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga di kediaman salah satu dosen perguruan tinggi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku dianiaya sekelompok anggota Brimob Kepolisian Daerah (Polda) NTT. Penganiayaan itu dialaminya setelah ia dituduh mencuri batu akik dan perhiasan emas.

    Penganiayaan terhadap Modesta ini dilakukan di markas Brimobda Polda NTT oleh delapan anggota Brimob dengan cara ditampar, dipukul, disetrum di bagian tangan dan leher, juga sempat ditahan.

    "Saya dipaksa mengaku telah mencuri batu akik dan perhiasan milik majikan saya. Padahal, saya tidak mencurinya," kata Modesta kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2015.

    Menurut Modesta, perhiasan batu akik dan emas milik majikannya hilang pada Kamis lalu, 16 Juli 2015, di kediamannya. Dirinya langsung dilaporkan ke polisi sebagai pencurinya, tapi saat diperiksa tidak ditemukan bukti bahwa dirinya yang mencuri sehingga dilepas.

    Namun keesokan harinya, kata Modesta, dirinya dijemput delapan anggota Brimobda Polda NTT berpakaian preman dan dibawa markas Brimob, tepatnya di ruang kepala seksi Intel Brimobda Polda NTT. "Saya diinterogasi dengan penganiayaan hingga dimasukan ke sel," katanya.

    Kepala Bidang Propam Polda NTT Ajun Komisaris Besar I Gede Mega Suprawitha mengaku sudah menerima laporan terkait dengan kasus penganiayaan itu. "Kami akan tindaklanjuti laporan ini," katanya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.