Anak Polisi Ditangkap karena Curi Mobil Milik Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Timur menangkap seorang anak polisi karena telah mencuri mobil milik perwira polisi, dari rumhanya yang dalam keadaan kosong.

    Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Wildan Alberd SIK, Rabu mengatakan, pihak telah melakukan penangkapan terhadap MR bersama rekannya berinisial ED.

    MR pun mengakui perbuatannya. "Memang benar saya anak polisi dan saya mencuri mobil milik polisi itu karena diajak teman saya," ucap remaja berusia 15 tahun ini. MR adalah warga Aspol Bina Brata Banjarmasin yang telah putus sekolah.

    Dari kronologis kejadian diketahui MR pertama kali bersama ED melakukan pencurian di rumah dinas Polri Asrama Polisi Bina Brata yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km 4,5 Banjarmasin.

    Pencurian dilakukan pada Minggu (19 Juli) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Untuk pencurian pertama MR bersama ED mencuri spiker dan laptop milik korban JR anggota polisi yang saat itu rumah dalam keadaan kosong.

    Merasa dengan gampangnya melakukan pencurian akhirnya MR kembali melakukan pencurian untuk kedua kalinya dan temani oleh AG.

    MR bersama AG, mereka mencuri mobil jenis Mazda di rumah yang sama dan kejadian itu dilaporan oleh korban pada Selasa (21 Juli).

    Mendapat laporan tersebut, Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Timur melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap MR pada Rabu (22 Juli) sore sekitar pukul 15.00 Wita di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

    Pada saat menangkap MR polisi juga turut mengamankan barang bukti satu unit mobil Mazda milik korban yang dicuri oleh pelaku MR bersama AG.

    Polisi langsung mengembang kasus tersebut, dan berhasil menangkap ED di wilayah Landasan Ulin, Banjarbaru, saat sedang santai di rumah kontrakannya pada Rabu (22 Juli) sore sekitar pukul 17.00 Wita.

    Dari tangan ED, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu unit laptop dan satu unit spiker yang dicuri oleh pelaku dan telah dijual ke penadah seharga Rp 900.000.

    "MR dan ED kita kenalkan pasal 363 KUHP Tentang Pencurian dan dari penangkapan itu polisi juga menangkap dua orang penadah berinisial SD dan IW yang dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun," tutur Kompol Wildan Alberd  saat melakukan gelar kasus tersebut.

    Wildan terus mengatakan, masih ada satu pelaku saat ini masih dalam pengejaran yang diketahui berinsial AG yang bersama MR melakukan pencurian mobil.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.