Dicari KPK, Evi, Istri Muda Gatot, Ada di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho (kanan) didampingi penasehat hukumnya, saat akan diperiksa sebagai saksi dugaan suap PTUN Medan di Gedung KPK, Jakarta, 22 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho (kanan) didampingi penasehat hukumnya, saat akan diperiksa sebagai saksi dugaan suap PTUN Medan di Gedung KPK, Jakarta, 22 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Razman Arief Nasution, mengatakan istri Gatot, Evi Susanti, sedang berada di Jakarta. "Hari ini Evi ada di Jakarta, tepatnya sedang di kantor saya," kata Razman di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu, 22 Juli 2015.

    Razman menyebut Evi memang sedang melaksanakan umrah ketika ada operasi tangkap tangan pada 9 Juli lalu. "Tapi sekarang sudah di Jakarta," ujar dia.

    Keberadaan Evi sempat dipertanyakan setelah Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji mengatakan Evi sedang berada di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah. Pernyataan Indriyanto itu muncul ketika wartawan bertanya mengapa KPK tak memeriksa Evi. "Kalau tidak salah lagi umrah," kata Indriyanto di gedung kantornya, Rabu, 22 Juli 2015.

    Indriyanto memastikan penyidik lembaganya bakal memeriksa Evi. "Pasti diperiksa," ujar dia.

    Nama Evi Susanti muncul dalam perkara penyuapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan,  setelah KPK menetapkan status cegah buat Evi sejak 9 Juli 2015. Evi disebut-sebut sebagai orang yang terlibat dalam perkara tersebut. Menurut Razman, Evi sering memberi uang ke pengacara Otto Cornelis Kaligis.

    Perkara penyuapan ini disidik KPK setelah operasi tangkap tangan mereka berhasil menciduk lima orang pada 9 Juli lalu. Mereka adalah pengacara M. Yagari Bhastara Guntur alias Gerry, anak buah OC Kaligis; Tripeni Irianto Putro, Ketua PTUN Medan; Syamsir Yusfan, panitera sekretaris PTUN Medan; dan dua hakim PTUN Medan bernama Amir Fauzi dan Dermawan Ginting. Lima hari kemudian, KPK menjebloskan OC Kaligis ke rumah tahanan.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.