Letusan Gunung Raung, Dua Pesawat dari Kupang Batal Terbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memantau aktivitas Gunung Raung melalui Pos Pemantau Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    Warga memantau aktivitas Gunung Raung melalui Pos Pemantau Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Kupang - Penutupan Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, akibat letusan Gunung Raung menyebabkan dua penerbangan dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), batal terbang.

    Dua pesawat itu adalah Garuda Indonesia rute Kupang-Denpasar-Jakarta dan Pesawat Nam Air rute Kupang-Denpasar-Surabaya. Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai Rabu pukul 12.00 WITA hingga Kamis pukul 16.00 WITA.

    Airport Duty Manager PT Angkasa Pura Bandara El Tari Kupang Gabriel Keraf mengatakan dua pesawat maskapai itu tengah mengarahkan penumpang untuk melakukan penjadwalan ulang penerbangan atau melakukan pengembalian ongkos tiket. “Ada dua pesawat yang sudah membatalkan penerbangannya ke Bali,” katanya.

    Sementara di Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya, pesawat Wings Air dengan rute Kupang- Tambolaka- Denpasar, harus mendarat di Lombok, Nusa Tenggara Barat. "Penerbangan Wings Air dialihkan ke Lombok," kata Kepala Bandara Tambolaka Anis Keraf.

    Sedangkan penumpang Garuda yang batal terbang dari Tambolaka menuju Kupang diminta untuk menjadwal ulang penerbangannya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.