Abu Raung, Bandara Tambolaka NTT Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Raung terlihat mengeluarkan abu vulkanik ketika kapal penyebrangan yang mengangkut pemudik  di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, 12 Juli 2015. Pemudik lebih banyak memilih mudik dengan jalur darat laut dikarenakan Gunung Raung terus bererupsi. TEMPO/Johannes P. Christo

    Gunung Raung terlihat mengeluarkan abu vulkanik ketika kapal penyebrangan yang mengangkut pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, 12 Juli 2015. Pemudik lebih banyak memilih mudik dengan jalur darat laut dikarenakan Gunung Raung terus bererupsi. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Kupang -  Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 22 Juli 2015 kembali ditutup akibat sebaran abu Gunung Raung yang mengganggu penerbangan dari Denpasar, Bali.

    "Kami sementara tutup lagi penerbangan ke Tambolaka, karena tidak adanya penerbangan dari Bali," kata Kepala Bandara Tambolaka Anis Keraf yang dihubungi Tempo, Rabu, 22 Juli 2015.

    Penutupan ini, menurut dia, mulai berlaku sejak pukul 12.00 Wita yang direncanakan hingga pukul 19.00 Wita. Penutupan ini akibat dari penutupan di Bandara Ngurah Rai, sehingga tidak ada penerbangan ke Tambolaka.

    Hari ini, katanya, ada dua penerbangan melalui Bandara Tambolaka yakni Wings Air yang akhirnya dialihkan ke Bandara Lombok. Sedangkan Garuda batal mendarat di Tambolaka. "Kami sudah sampaikan ke penumpang terkait penutupan ini," kata Anis.

    Anis mengatakan  pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut terkait dengan abu gunung Raung yang mengganggu penerbangan di Denpasar, Bali. "Kami tunggu perkembangan untuk kembali buka penerbangan ke Tambolaka."

    Sebelumnya pada 10 Juli 2015 lalu, Bandara Tambolaka sempat ditutup juga karena abu Raung yang mengakibatkan penutupan Bandara Ngurah Rai.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.