Abu Raung ke Arah Bali, Bandara Ngurah Rai Ditutup 6 Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memantau aktivitas Gunung Raung melalui Pos Pemantau Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    Warga memantau aktivitas Gunung Raung melalui Pos Pemantau Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Bandara Internasional Ngurah Rai kembali ditutup siang ini. Penutupan bandara Ngurah Rai dimulai pukul 12.00 WIB hingga enam jam ke depan atau sekitar pukul 18.00 WIB.

    Penutupan bandara tersebut karena abu vulkanik Gunung Raung mengarah ke arah timur tenggara.

    Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda abu vulkanik sangat berbahaya bagi penerbangan dari dan menuju ke Ngurah Rai.

    "Ini pantauan kami pada pukul 10.35 WIB," kata Kepala Analisa Data dan Prakiraan BMKG Juanda Taufik Hermawan kepada Tempo, Rabu, 22 Juli 2015.

    Meskipun saat ini abu vulkanik Gunung Raung belum tiba di atas langit Denpasar Bali, tapi abu vulkanik tersebut sudah bergerak menuju Bali. Abu tersebut dibawa oleh angin dengan kecepatan 10 kilometer per jam.

    "Abu ini berada di ketinggian sekitar 5 km dari permukaan laut," kata dia.

    Nantinya, BMKG akan selalu mengawasi pergerakan angin yang membawa abu vulkanik setiap jamnya. Selain itu, BMKG setiap enam jam sekali akan selalu memberikan data terbaru terkait pergerakan arah abu vulkanik kepada pihak bandara.

    Dua minggu yang lalu, akibat abu vulkanik Gunung Raung juga, Bandara Internasional Ngurah Rai telah ditutup selama kurang lebih 24 jam. Akibatnya, sekitar 11 penerbangan ke Ngurah Rai dari Juanda pada waktu itu dibatalkan.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.