Ridwan Kamil: Jangan ke Bandung kalau Tak Punya Modal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil saat Peluncuran Aplikasi Tombol Panik di Bandung Command Center, Balaikota, Bandung, Jawa Barat. 10 Juli 2015. Aplikasi android tersebut merupakan aplikasi yang digunakan oleh pengguna saat menghadapi bahaya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil saat Peluncuran Aplikasi Tombol Panik di Bandung Command Center, Balaikota, Bandung, Jawa Barat. 10 Juli 2015. Aplikasi android tersebut merupakan aplikasi yang digunakan oleh pengguna saat menghadapi bahaya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengimbau para pemudik tidak membawa serta sanak-saudara dari kampung ke Kota Bandung. Jika pemudik membawa saudara, dia meminta para pendatang baru itu memiliki modal.

    "Jangan ke Bandung kalau tidak punya modal, jangan ke Bandung kalau tidak punya skill, jangan ke Bandung kalau tidak punya pengetahuan," kata Ridwan Kamil seusai inspeksi mendadak ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bandung, Rabu, 22 Juli 2015. 

    Pria yang akrab disapa Emil ini khawatir para pendatang yang masuk ke Kota Bandung tanpa memiliki keahlian malah akan menyusahkan Pemerintah Kota Bandung. "Kalau tidak punya tiga tadi, dia malah akan menyusahkan Pemkot Bandung," ujar Ridwan Kamil.

    Pemerintah Kota Bandung, kata Ridwan Kamil, tidak melarang orang datang ke Bandung karena kota ini terbuka untuk siapa pun. "Saya tidak melihat ada aturan usir-mengusir. Ini NKRI. Intinya, kami akan memberikan pengarahan agar mereka, kalau memang tidak punya skill, pengetahuan, dan modal, tidak merepotkan," tuturnya. 

    Selain itu, para pendatang baru dipastikan tidak akan mendapat prioritas dalam pelayanan apa pun. "Kalau ada dua pilihan yang harus dilayani, kami cek KTP dulu. Dan, kami pasti mendahulukan warga yang ber-KTP Bandung," katanya. "Pada dasarnya, pajak harus kembali ke kita dalam bentuk pendidikan gratis, kesehatan gratis." 

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.