Insiden Menyeret GIDI Bukan Pertama, Siapa Sebenarnya GIDI?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, awal Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    Ilustrasi Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, awal Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO.COJakarta - Bukan pertama kali ini insiden di Papua menyeret Gereja Injili di Indonesia (GIDI). Lima tahun lalu, tepatnya 17 Maret 2010, seorang pendeta sidang gereja GIDI Toragi, Distrik Tinggi Nambut, bernama Kinderman Gire tewas setelah dianiaya anggota Tentara Nasional Indonesia. Warga Puncak Jaya itu ditangkap karena dicurigai sebagai bagian kelompok bersenjata di wilayah itu. 

    Atas kasus ini, pada Agustus 2011, Pengadilan Militer Jayapura menghukum tiga tersangka, yakni Prajurit Satu Hasirun (6 bulan penjara), Prajurit Dua Hery Purwanto (15 bulan), dan Sersan Satu Saut Sihombing (7 bulan). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sempat memprotes putusan tersebut lantaran TNI tak mengusut peristiwa pembunuhan, melainkan hanya menerapkan sangkaan melanggar perintah. 

    Inilah sepenggal riwayat GIDI:
    - 1955: Misionaris gereja pertama kali tiba di Tolikara pada 25 Maret 1955.
    - 1962: Jemaat pertama yang dibaptis terdiri atas sembilan orang. 
    - 1963: Gereja dinamai Gereja Injili Irian Barat (GIIB) pada 12 Februari 1963.
    - 1971: GIIB berganti nama menjadi Gereja Injili Irian Jaya (GIIJ). 
    - 1988: GIIJ berganti nama menjadi Gereja Injili di Indonesia. 

    Perintis: 
    Organisasi misionaris asal Australia, yaitu Unevangelised Fields Mission (UFM) dan The Asia-Pacific Christian Mission (APCM)

    Wilayah: 
    Delapan wilayah pelayanan, yakni Bogo, Toli, Yamo, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Pantai Utara, Pantai Selatan, dan Jasumbas.

    Aset: 
    - Dua rumah sakit swasta, yaitu Klinik Kalvari di Wamena dan Rumah Sakit Immanuel di Mulia.
    - Sekolah: TAKIN, SAID. 
    - Perguruan tinggi: STT GIDI di Sentani. 
    - Sekolah Alkitab berbahasa daerah (lokal): tujuh.
    - TK-PAUD: lima.
    - SMP dan SMA: sembilan.

    Semuanya tersebar di seluruh wilayah GIDI

    Status hukum:
    Terdaftar di Kementerian Agama melalui ketetapan nomor E/Ket/385-1745/76, yang kemudian diperbarui melalui ketetapan F/Ket/43-642/89 pada 1989.

    Anggota jemaat: 976.000 jiwa 

    Kerja sama dengan Gereja Injili di luar negeri: Israel, Papua Nugini, Palau, Belanda, Aboriginal, Yunani, Pakistan, dan Etiopia.

    EVAN | AGOENG WIJAYA | Sumber: Diolah GIDI Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.