Gamalama Erupsi, 755 Warga Ternate Kembali Dievakuasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Gamalama mengeluarkan abu vulaknik di Ternate, Maluku Utara, 19 Desember 2014. ANTARA/Abdul Fatah

    Gunung Gamalama mengeluarkan abu vulaknik di Ternate, Maluku Utara, 19 Desember 2014. ANTARA/Abdul Fatah

    TEMPO.CO, Ternate - Pemerintah Kota Ternate terpaksa kembali mengevakuasi 755 orang warga atau 209 kepala keluarga di Kelurahan Togafo, Kecamatan Ternate Pulau, akibat ancaman lahar dingin Gunung Gamalama.

    Thamrin Marsaoly, salah satu anggota tim penanggulangan bencana Gunung Gamalama, mengatakan, proses evakuasi warga Kelurahan Togafo dilakukan lantaran wilayah itu merupakan jalur aliran lahar dingin Gunung Gamalama dan dinilai berbahaya untuk aktivitas warga. Evakuasi tersebut adalah langkah antisipasi dini guna mencegah korban jiwa akibat erupsi Gamalama.

    “Proses evakuasinya saat ini masih berlangsung, semua warga Kelurahan Togafo terutama anak-anak, perempuan, dan orang tua usia lanjut sudah diangkut menuju pos pengungsian. Pemerintah Kota Ternate bahkan sudah menyiagakan tim penanggulangan bencana di lokasi evakuasi,” kata Thamrin, Rabu, 22 Juli 2015.

    Menurut Thamrin, dalam proses evakuasi warga Kelurahan Togafo, Pemerintah Kota Ternate, setidaknya mengerahkan lebih dari 17 armada angkut dan puluhan tim penanggulangan bencana yang tergabung dari relawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta anggota TNI/Polri. Pemerintah juga meminta tokoh masyarakat Kelurahan Togafo untuk memberitahukan upaya evakuasi ke masyarakat.

    “Hasilnya proses evakuasi berjalan lancar dan masyarakat dengan sukarela mau dievakuasi. Semua warga Togafo sudah diangkut dan ditempatkan di dua pos pengungsian di Kecamatan Ternate Utara,” kata Thamrin.

    Sutopo Abdulah, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Ternate, mengatakan, langkah evakuasi warga yang dilakukan Pemerintah Kota Ternate merupakan evakuasi kedua. Evakuasi sebelumnya dilakukan pada Sabtu 18 Juli 2015. Mereka ditampung di empat titik pos pengungsian yang disiapkan Pemerintah Kota Ternate.

    Sebelumnya, Kamis, 16 Juli 2015, Gunung Gamalama mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik setinggi seribu meter dan mengarah ke barat laut Ternate. Akibatnya Bandara Sultan Babullah, Ternate, sempat ditutup dan ratusan warga dievaluasi. Aktivitas Gunung Gamalama juga membuat ratusan penumpang pesawat gagal berangkat.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.