PDIP Masih Bahas Rekomendasi 24 Calon Kepala Daerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasto Kristiyanto. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Hasto Kristiyanto. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Depok  - PDIP menyatakan sudah menyepakati sebagian besar bakal calon kepala daerah di seluruh Indonesia untuk mengikuti pemilu kepala daerah pada 2016 mendatang. Dari total 269 pemilukada, hanya 24 daerah yang surat rekomendasinya belum keluar.

    "Masih proses finalisasi," ujar Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristianto di Depok, Selasa, 21 Juli 2015.

    Surat belum diteken lantaran partai harus menata ulang konfigurasi calon kepala daerah. Perubahan disebabkan Putusan MK yang menganulir larangan kerabat kepala daerah inkumben mencalonkan diri.

    Sebab lain adalah terkait kewajiban anggota DPR untuk mundur dari jabatan bila mengikuti pemilukada. Sebagian besar bakal calon kepala daerah yang belum selesai dibahas bakal berkompetisi di Pilkada di Pulau Jawa.

    Selain itu, Hasto juga bilang ada tiga daerah di mana PDIP tidak menyuguhkan nama calon. Ketiganya terletak di Provinsi Sumatera Barat, karena partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut tidak mempunyai kursi di parlemen.

    "Kami hanya menjadi partai pendukung di sana," kata Hasto.

    Partai lain, kata dia, yang berkoalisi dengan PDIP adalah Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP, dan PKB. Sementara Partai Gerindra di beberapa daerah belum memberi persetujuan koalisi.

    Mantan anggota tim transisi itu mengatakan lembaganya lebih berfokus pada koalisi bakal calon kepala daerah-wakil kepala daerah. "Supaya tidak susah pascapilkadanya."

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.