Polres Pekalongan: Tren Pemudik Tahun Ini Berubah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan pemudik arus balik memadati kawasan jalur  Pantura, Tegal, Jawa Tengah, 19 Juli 2015. Volume kendaraan di jalur pantura berangsur meningkat mulai H+2 Lebaran, dan puncaknya diperkirakan akan terjadi pada H+3. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Sejumlah kendaraan pemudik arus balik memadati kawasan jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, 19 Juli 2015. Volume kendaraan di jalur pantura berangsur meningkat mulai H+2 Lebaran, dan puncaknya diperkirakan akan terjadi pada H+3. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Pekalongan - Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Ajun Komisaris Besar Indra Krismayadi mengatakan, terjadi perubahan tren pemudik pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. “Tahun kemarin (2014) pada hari H Lebaran kendaraan dari Jakarta yang lewat Kabupaten Pekalongan sudah sepi. Kali ini hingga H+2 kendaraan berpelat B dari arah barat menuju timur masih banyak,” ujarnya kepada Tempo, Selasa, 21 Juli 2015.

    Para pemudik yang baru melakukan perjalanan pada hari H hingga H+2 Lebaran diperkirakan akan kembali ke Jakarta sepekan kemudian. “Kalau Operasi Ketupat Candi dilaksanakan selama 16 hari sejak H-7 Lebaran, tetapi jajaran Polres Pekalongan akan tetap mengamankan arus balik hingga gelombangnya benar-benar selesai. Tahun lalu kami bertugas sampai H+15,” kata Indra.

    Untuk pengamanan arus balik, Kepolisian Pekalongan menyediakan tujuh posko mudik yang terdiri dari pos induk, pos pengamanan, pos pelayanan, dan rest area. Sedangkan pos penjagaan sebanyak 19 pos tersebar di titik-titik persimpangan dan kawasan rawan macet di Kabupaten Pekalongan. Untuk pengamanan selama Lebaran, Kepolisian Pekalongan menerjunkan 880 personel.

    Sedangkan jajaran Kepolisian Resor Kota Pekalongan menerjunkan 350 personel yang terbagi dalam lima satuan petugas untuk mengamankan arus balik. Kepala Kepolisian Resor Kota Pekalongan Ajun Komisaris Besar Luthfi Sulistiawan mengatakan pihaknya telah menyediakan 25 pos penjagaan yang tersebar di Kota Pekalongan.

    “Memasuki Kota Pekalongan, banyak simpangan jalan. Masyarakat sekitar juga banyak yang lalu-lalang dan menyeberang. Makanya kita pasang banyak pos penjagaan untuk menertibkan lalu lintas,” kata Luthfi.

    VENANTIA MELINDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.