Wabah Ubur-ubur Serang Wisatawan di Pacitan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anak sedang bermain pasir saat menikmati liburannya di tepi Pantai Klayar, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, 19 Juli 2015. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Dua anak sedang bermain pasir saat menikmati liburannya di tepi Pantai Klayar, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, 19 Juli 2015. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Pacitan - Tidak kurang dari seratus wisatawan pengunjung Pantai Teleng Ria di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, disengat ubur-ubur. Mereka merasakan kesakitan di bagian tubuhnya, seperti kaki pegal-pegal dan perut mual.

    "Waktu disengat rasanya kayak kesetrum listrik," kata Damar Irham Putra, salah seorang wisatawan, Selasa, 21 Juli 2015.

    Anak berusia delapan tahun itu menjerit kesakitan. Ia keluar dari air dan berjalan menepi ke tempat orang tuanya menunggu. Damar cepat-cepat dibawa ke posko keamanan pantai untuk meminta pertolongan petugas gabungan dari Palang Merah Indonesia, Tim Reaksi Cepat  Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Satuan Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah Jawa Timur.

    Kaki dan tangan kanan Damar yang disengat ubur-ubur oleh petugas disiram cairan amoniak yang dicampur dengan tawas untuk menetralkan racun tahap pertama. Setelah itu ia diminta berjemur di bawah sinar matahari.

    Tri Winarto, petugas keamanan PT El John Tirta Emas Wisata selaku pengelola Pantai Teleng Ria, mengatakan, upaya pengobatan itu untuk mempercepat proses penyembuhan. "Semakin panas suhu tubuh korban maka racun bisa lebih cepat dinetralkan. Pada prinsipnya rasa sakit akibat sengatan ubur-ubur tergantung stamina tubuh seseorang," ujar Tri kepada Tempo.

    Menurut dia sengatan ubur-ubur mulai dialami wisatawan sejak sepekan terakhir. Serbuan ubur-ubur ke bibir pantai ini diprediksi bakal berlangsung hingga beberapa hari ke depan terutama saat air laut mulai surut menjelang sore hari. "Setiap tahun pasti ubur-ubur ke luar. Biasanya antara bulan Juni sampai Agustus saat suhu sedang dingin akibat pergantian musim penghujan ke kemarau," kata Tri.

    Panji Sukarno dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pacitan menambahkan, kawanan ubur-ubur tidak hanya menyambangi Pantai Teleng Ria saja. Pantai lain di tujuh kecamatan wilayah pesisir Samudra Indonesia di Pacitan juga terjadi hal serupa, seperti di Pantai Srau, Kecamatan Pringkuku, dan Pantai Klayar, Kecamatan Donorojo. Sejumlah wisatawan di sana juga tersengat ubur-ubur.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.