Puncak Arus Balik, Tol Cipali Macet 20 Kilometer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik macet mengular hingga km 38 km, mulai jalan tol Cipali hingga tol Palikanci pada H-2 Lebaran, Rabu malam, 15 Juli 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Kendaraan pemudik macet mengular hingga km 38 km, mulai jalan tol Cipali hingga tol Palikanci pada H-2 Lebaran, Rabu malam, 15 Juli 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Purwakarta - Arus balik pada H+4 pasca-Lebaran di pintu gerbang utama Cikopo, Purwakarta, mencapai puncaknya. Arus kendaraan mengalami kemacetan hingga 20 kilometer.

    Berdasarkan pemantauan Tempo, Selasa, 21 Juli 2015, meskipun PT Lintas Marga Sedaya (LMS) sudah membuka 15 gardu pembayaran dan pengambilan kartu terusan untuk masuk ruas tol Cikampek (Cikopo)-Jakarta, arus kendaraan tetap saja tak bisa terhindar dari kemacetan.

    Kemacetan terjadi sejak Kilometer 77 atau pintu gerbang utama Cikopo, sampai Kilometer 98 dekat pintu keluar Kaliangsana, Kalijati, Subang.

    "Karenanya, kami menghimbau, semua kendaraan yang akan menuju Jakarta, jika tak mau terjebak kemacetan, diminta keluar di pintu keluar Kalijati saja," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Subang Ajun Komisaris Ridwan.

    Imbauan serupa disampaikan Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya Hudaya Ariyanto. "Gerbang tol Cikopo memang sudah overload," katanya.

    Selepas dari gerbang tol Kalijati, di pertigaan Kalijati, warga diminta langsung belok kanan menuju jalur arteri Cipeundeuy-Sadang langsung masuk gerbang tol Sadang dan bablas menuju Jakarta.

    Pemudik juga bisa keluar dari gerbang Cilameri, Subang kota menuju jalur tengah Subang-Kalijati-Sadang masuk Jakarta via Sadang.

    Ridwan memperkirakan puncak arus balik akan terjadi sepanjang Selasa sore hingga Rabu pagi, 21-22 Juli 2015. "Kan masa libur bersama habis hari ini (Selasa, 21 Juli 2015) dan besok karyawan, terutama PNS, harus sudah masuk kerja," kata Ridwan menjelaskan.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.