Susahnya Buang Air Kecil di Rest Area Tol Cipali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan pemudik terjebak macet di jalan tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat, Rabu malam, 15 Juli 2015. Antrean kendaraan di jalan tol tersebut mencapai 38 km pada H-2. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Ribuan kendaraan pemudik terjebak macet di jalan tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat, Rabu malam, 15 Juli 2015. Antrean kendaraan di jalan tol tersebut mencapai 38 km pada H-2. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pemudik mengeluhkan minimnya jumlah dan fasilitas toilet di rest area tol Cipali.

    Berdasarkan pengalaman Tempo, hanya ada dua rest area yang toiletnya berfungsi dengan baik. Padahal, dari arah Palimanan terdapat empat rest area. "Hanya dua rest area pertama dari Palimanan yang memadai," ujar Yos Rizal, pengendara yang melintas di tol Cipali, Senin, 21 Juli 2015.

    Yos menjelaskan minimnya jumlah toilet yang ada mengakibatkan antrean yang mengular. Bahkan, antrean tersebut sampai menghambat arus balik karena memanjang hingga ke ruas jalan tol. Sedangkan dua rest area lainnya juga dipenuhi antrean.

    Di rest area Kilometer 86 misalnya, tak ada air yang mengalir di situ. Bau pesing pun tercium karena banyak orang yang terpaksa buang air meski tidak ada air. "Air hanya menetes," ujar Yos.

    Lantaran tempat peristirahatan penuh, ada beberapa bus yang nekat menurunkan penumpang di pinggir jalan tol hanya untuk melayani penumpang yang hendak buang air. Tentu ini mengganggu laju kendaraan di jalan tol.

    Untuk itu, bagi Anda yang masuk ke rest area tol Cipali, disarankan untuk membawa persediaan air sendiri. Selain itu, pengemudi juga dianjurkan terlebih dahulu buang air sebelum masuk Tol Cipali.

    Mantan Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku pengelola tol Cipali, Steve Ginting, sudah menerima keluhan tentang minimnya fasilitas toilet di rest area jalan bebas hambatan tersebut. Menurut dia, kurang memadainya fasilitas disebabkan pembangunan yang tergesa-gesa.

    “Pemerintah maunya cepat, padahal target kami September baru buka,” ujar Steve saat dihubungi Tempo, Selasa, 21 Juli 2015. "Karena pemerintah minta sebelum Lebaran sudah selesai, jadi banyak hal yang belum sempurna."

    Hudaya Arryanto, Wakil Direktur PT LMS membantah tudingan bahwa tempat peristirahatan di jalan tolnya belum siap. "Pembangunan jalan tol Cipali, termasuk rest area, telah sesuai dengan perencanaan dan tidak dilakukan dengan tergesa-gesa," katanya dalam keterangan yang dikirimkan kepada Tempo.co. Hudaya menegaskan, prasarana jalan tol Cipali telah sepenuhnya selesai dan beroperasi secara penuh. Dia mencontohkan, fasilitas yang disediakan di setiap rest area pun telah sesuai dengan standar kebutuhan yang diatur dan ditetapkan oleh pemerintah. 

    Tol Cipali memiliki delapan rest area yang semuanya telah beroperasi. Pengendara bisa memanfaatkan fasilitasr rest area di sepanjang jalan tol Cipali, antara lain Empat (4) Rest Area Tipe A (besar) yang dilengkapi SPBU yang berlokasi di KM 102 arah Cirebon, KM 102 arah Cikopo, KM 166 arah Cirebon dan KM 164 arah Cikopo. Empat (4) Rest Area Tipe B (kecil) yang berlokasi di KM 86 arah Cirebon, KM 86 arah Cikopo, KM 130 arah Cirebon dan KM 130 arah Cikopo.

    Fakta itu bertentangan dengan yang ditemukan Tempo saat menjalani arus balik pada Senin 21 Juli. Bau pesing dan sulit mendapatkan air. Hal itu dibenarkan oleh Hudaya. Gangguan itu sempat terjadi di rest area kecil di KM 86 yang  sempat terjadi kekurangan pasokan air karena banyaknya pengguna. "Untuk itu, LMS mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Masukan dari para pengguna sudah ditindaklanjuti dengan penambahan portable toilet, penambahan tandon air ribuan liter, dan pengisian air secara terus-menerus dengan 4 (empat) truk tangki air," ujar Hudaya. 

    DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.