Ridwan Kamil Bakal Bangun Ulang Pasar Gedebage Lebih Modern

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Ridwan Kamil menunjukkan lokasi kebakaran Pasar Induk Gedebage saat kunjungan Mendag Rachmat Gobel di Bandung, 21 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Wali Kota Ridwan Kamil menunjukkan lokasi kebakaran Pasar Induk Gedebage saat kunjungan Mendag Rachmat Gobel di Bandung, 21 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan sudah memiliki rencana membangun ulang Pasar Gedebage, yang terbakar pada Senin, 20 Juli 2015.

    Ridwan Kamil tak menjelaskan kapan penyusunan rencana pembangunan ulang Pasar Gedebage. Namun, dia memastikan, Pasar Gedebage direncanakan menjadi pasar tradisional dengan konsep modern.

    "Jangka panjangnya, ke depan, pasar akan dimodernisasi," kata Ridwan Kamil seusai kunjungan ke Pasar Caringin, Kota Bandung, bersama Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Selasa, 21 Juli 2015.

    Wali Kota yang akrab disapa Emil itu menjelaskan, selain dibuat lebih modern, Pasar Gedebage akan dibangun lebih tinggi. Gedung pasar itu dibuat menjadi multifungsi.

    "Di bagian bawah pasar modern. Di atasnya ada apartemen rakyat, buat warga juga," ujar Emil.

    Menurut Emil, dia akan mengadakan pertemuan dengan para pedagang yang menjadi korban kebakaran. Pertemuan bertujuan mengetahui keluhan para pedagang pasca-kebakaran.

    Dalam pertemuan itu, kata Emil, para pedagang akan diberi pemahaman tentang pasar tradisional Gedebage yang akan dibangun kembali dengan konsep modern.

    Emil juga menjelaskan, pekan depan pihaknya akan membangun pasar sementara di lokasi yang tidak jauh dari  Pasar Gedebage. Dengan demikian, roda perekonomian para pedagang bisa kembali berjalan. "Supaya aktivitas perdagangan mereka kembali berjalan lancar,” ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.