Jalur Selatan Macet Parah, Jarak 11 Kilometer Ditempuh 8 Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian kendaraan pemudik di Cicalengka, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Untuk memecah kepadatan, polisi memberlakukan buka tutup jalur menuju arah Garut dan Tasikmalaya secara bergantian. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Antrian kendaraan pemudik di Cicalengka, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Untuk memecah kepadatan, polisi memberlakukan buka tutup jalur menuju arah Garut dan Tasikmalaya secara bergantian. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Kepadatan kendaraan terjadi di jalur selatan Jawa Barat, mulai Kota Banjar hingga daerah Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 20 Juli 2015. Kepadatan kendaraan sudah terjadi mulai Minggu, 19 Juli 2015.

    Akibat lalu lintas padat, waktu tempuh di jalur utama selatan menjadi bertambah beberapa kali lipat. Seperti yang dialami Elis, 31 tahun, pemudik asal Tasikmalaya yang hendak pulang ke Jakarta. "Dari Kota Tasikmalaya sampai Gentong saja ditempuh delapan jam," kata Elis saat ditemui di daerah Gentong Atas, Senin malam.

    Elis mengatakan, dia berangkat dari Tasikmalaya pukul 10.00 WIB dan baru sampai Gentong pukul 18.00 WIB. Padahal, jarak Tasikmalaya-Gentong sekitar sebelas kilometer. "Biasanya Tasik-Gentong kurang dari satu jam," ujar dia.

    Menurut Elis, kepadatan kendaraan mulai terjadi di flyover Rajapolah. Titik ini merupakan pertemuan arus lalu lintas dari Ciamis dan Kota Tasikmalaya. "Kendaraan dari dua arah bersatu di Rajapolah," ujarnya.

    Dia menambahkan, kepadatan kendaraan disebabkan banyak kendaraan yang melintas di jalur selatan.

    Pemudik lainnya, Rohmat, mengalami hal serupa. Dia mengatakan, antrean kendaraan sudah terjadi mulai dari Indihiang, Kota Tasikmalaya.

    Menurut Rohmat, antrean kendaraan disebabkan beberapa hal. Di antaranya, adanya kendaraan yang hendak memutar arah di daerah Pagendingan dan perlintasan kereta api.

    "Ada yang putar arah dan ada perlintasan kereta api yang aspalnya rusak sehingga pengemudi memperlambat laju kendaraan. Jadi ada antrean," ujarnya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.