Polisi Lengah, Bus Butut Ini Ngotot Angkut Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunakan Kendaraan Pribadi, Pemudik Bus Umum Turun 8 Persen

    Gunakan Kendaraan Pribadi, Pemudik Bus Umum Turun 8 Persen

    TEMPO.COCirebon - Bus angkutan massal yang tidak laik jalan saat arus balik masih banyak ditemukan. Bus langsung diminta kembali ke terminal sedangkan penumpang dipindahkan ke bus lain.

    Hal tersebut terungkap saat jajaran Lantas Polres Cirebon melakukan uji kelayakan bus yang mengangkut penumpang yang akan kembali ke Jakarta di rest area tol Palikanci. Saat dilakukan pengecekan dengan pengambilan sampel secara acak ditemukan sebuah bus yang ternyata tidak layak untuk dioperasionalkan. "Di antaranya adalah bus Dedi Jaya dengan nopol G 1408 GG," kata Kasatlantas Polres Cirebon, AKP Erwinsyah.

    Ketidaklayakan tersebut diantaranya kondisi stir spring yang terlalu jauh, rem tangan tak berfungsi normal serta kondisi ban yang halus. Kondisi bus dari Slawi tujuan Jakarta tersebut menurut Erwin tidak layak untuk dijalankan sehingga bus pun diminta untuk menurunkan penumpang dan kembali ke garasinya.

    Kepolisian sudah menghubungi pengusaha bus lainnya untuk mengirimkan bus untuk penumpang yang diturunkan. Namun, saat polisi lengah dan tengah memeriksa kendaraan lainnya, sopir justru membawa bus tersebut keluar dari rest area. Akhirnya bus dihentikan di pintu tol Plumbon dan penumpang kembali dialihkan ke bus lain yang sudah menunggu di pintu tol Plumbon tersebut.

    Ditambahkan Erwin, pengecekan terhadap angkutan umum harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kejadian serupa saat bus Rukun Sayur mengalami kecelakaan di km 202 di tol Palikanci dan mengakibatkan 11 orang tewas di tempat. Penyebab kecelakaan itu dikarenakan kondisi bus yang tidak layak untuk dioperasikan namun tetap dipaksakan untuk mengangkut penumpang saat arus mudik lebaran 2015.

    Sementara itu seorang penumpang asal Slawi, Ani, mengaku tidak mempermasalahkan sekalipun mereka dipindahkan ke bus yang lain. “Mudah-mudahan bus yang ini lebih layak jalan,” katanya. Ani pun mengaku sebagai penumpang mereka tidak mungkin menanyakan apakah bus mereka layak untuk dinaiki atau tidak. “Mau masuk bus saja tadi berebut,” katanya.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.