Mayat Penuh Belatung Ditemukan Warga di Parepare

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Parepare - Mayat berjenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Syahyani, 58 tahun, ditemukan membusuk di kediamannya di Perumahan Perumnas Wekke, Blok E, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin, 20 Juli 2015.

    Penemuan mayat itu bermula ketika salah seorang warga yang melintas di depan rumah korban mencium bau menyengat dari arah rumah berwarna hijau itu. ‎ Warga yang curiga kemudian‎ melaporkan hal itu ke pihak kepolisian setempat. "Saya merasa bau menyengat dari arah rumah korban,” kata salah seorang warga, Nashar.

    Nashar menjelaskan, dirinya bertemu korban sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Saat itu korban sedang membeli takjil dan makanan siap saji untuk berbuka puasa.

    Menurut Nashar, korban sempat mengeluh kesakitan di bagian leher. Namun, tak banyak tetangga yang mengetahuinya, Ibu paruh baya itu hanya seorang diri di rumahnya. “Kami tidak pernah melihat tamu atau keluarganya yang datang mengunjungi korban," ujarnya.

    Aparat kepolisian yang dibantu tim Taruna Siaga Bencana (‎Tagana) yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengevakuasi mayat korban. Evakuasi berlangsung cukup lama‎, lantaran mayat korban sudah membusuk dan dikerebuti belatung.

    "Kami sempat kesulitan mengevakuasi mayat korban, karena banyak belatung yang bersarang di tubuhnya," ucap Koordinator Tagana Parepare, Minhajuddin.

    Minhajuddin menduga korban meninggal ‎dunia sekitar empat hari sebelum mayatnya ditemukan. Beberapa bagian tubuh korban sudah mengeras. Kaki kiri terlipat ke dalam‎.

    Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Bacukiki, Ajun Komisaris Mamat, mengatakan, mayat korban dibawa ke RSUD Andi Makasau, Parepare, untuk dilakukan otopsi.

    Mamat menjelaskan, belum ditemukan tanda-tanda dugaan kekerasan terhadap korban. Guna memastikan penyebab kematiannya, Mamat meminta semua pihak menunggu hasil otopsi. “Berdasarkan hasil olah TKP, juga tidak ada barang yang berpindah dari tempatnya," tuturnya.

    DIDIET HARYADI SYAHRIR

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.