Kebakaran di Pasar Gedebage, Satu Petugas Pemadam Celaka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memadamkan api yang membakar Pasar Induk Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 20 Juli 2015. Kobaran api menghanguskan sekitar 100 kios di dua los pasar.  TEMPO/Prima Mulia

    Petugas memadamkan api yang membakar Pasar Induk Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 20 Juli 2015. Kobaran api menghanguskan sekitar 100 kios di dua los pasar. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak seratus kios di Pasar Induk Gedebage terbakar pada Senin, 20 Juli 2015, pukul 02.25 WIB. Dalam upaya pemadaman kebakaran tersebut, satu petugas pemadam kebakaran mengalami kecelakaan.

    "Anggota kami bernama Rahmat dirawat di Rumah Sakit Santosa," kata Kepala Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung Ferdi Ligaswara kepada Tempo, Senin, 20 Juli 2015.

    Ferdi mengatakan saat menerima laporan kebakaran, 19 unit branwir langsung dikerahkan. Namun di tengah jalan, mobil pemadam kebakaran yang dikendarai Rahmat terguling saat menuju ke lokasi kebakaran. "Tangannya patah, namun kondisinya membaik," ujar Fredi.

    Fredi mengatakan tidak ada korban jiwa yang didapati dalam kebakaran hebat di Pasar Induk Gedebage tersebut. Menurut Fredi, api sangat mudah menyebar karena membakar kios yang terbuat dari kayu. "Luas area yang terbakar menjacai 700 meter persegi," ujar dia.

    Selama empat jam pertugas berjibaku memadamkan api. Si jago merah berhasil dipadamkan pada pukul 07.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan hingga pukul 09.43 WIB.

    Dalam peristiwa itu, 50 jongko pedagang kelontong dan 50 jongko pedagang sayuran dan buah-buahan terbakar habis. Fredi mengatakan penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, namun masih dalam penyelidikan. "Diindikasikan karena hubungan arus pendek listrik. Tetapi masih diselidiki," katanya.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.