H+2 Lebaran, Antrian Kendaraan di Nagreg Capai 12 Km

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian mengawasi antrian kendaraan pemudik di Nagreg, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Memasuki H - 2 lebaran jalur mudik selatan arah tasikmalaya dan garut padat merayap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Petugas kepolisian mengawasi antrian kendaraan pemudik di Nagreg, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Memasuki H - 2 lebaran jalur mudik selatan arah tasikmalaya dan garut padat merayap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO , Bandung: Arus mudik Lebaran jalur selatan melalui Nagreg hingga H+2 pada 19 Juli 2015 terus mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Panjang antrian kendaraan pun mencapai sekitar 12 kilometer yang terbentang dari perbatasan Cicalengka-Nagreg hingga Limbangan, Kabupaten Garut.

    Berdasarkan data harian Operasi Ketupat Lodaya 2015, volume kendaraan yang melintasi jalur selatan via Nagreg mengalami kenaikan sekitar 3,1 persen pada hari yang sama di tahun sebelumnya.

    Terhitung sejak pukul 06.00 WIB H+1 hingga pukul 06.00 WIB H+2, volume kendaraan dari arah Bandung menuju Garut mencapai 119.498 unit kendaraan. Kendaraan roda 2 masih mendominasi dengan jumlah 74.434 unit, sementara kendaraan roda 4 hanya sekitar 46.064 unit kendaraan.

    Meski begitu, jumlah kendaraan roda 2 cenderung mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 10,69 persen, namun untuk roda empat justru malah naik pesat dengan jumlah kenaikan sebesar 38,39 persen.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung, Ajun Komisaris Polisi Eko Munarianto, mengatakan penyebab kemacetan akibat banyaknya pemudik lokal yang melakukan perjalanan dengan tujuan untuk berwisata yang didominasi oleh kendaraan roda 4.

    "Banyak kendaraan yang melintasi jalur Nagreg dengan tujuan untuk berwisata. Kalau untuk mudik soh cenderung berkurang," kata Eko kepada Tempo di halaman Posko Terpadu Operasi Ketupat Lodaya, Cagak, Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu, 19 Juli 2015.

    Menurut Eko, kemungkinan kemacetan itu akan terurai dengan sendirinya. Meski demikian, Eko masih tetap menyiagakan bawahannya untuk melakukan pengamanan lalu lintas. "Hingga besok (hari ini), kami masih tetap bersiaga," ujarnya.

    Dari pantauan Tempo kemarin, semenjak jam 07.00 WIB, jalan di sekitar Nagreg tidak mampu menampung volume kendaraan yang terus mengalami peningkatan, terutama kendaraan roda 4. Bahkan kondisi jalur selatan via Nagreg lumpuh akibat diterjang macet.

    Pada hari-hari normal, waktu tempuh dari Cicalengka hanya memakan waktu sekitar 15 menit, namun ketika arus mudik seperti ini pengendara bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melewati jalur Nagreg.

    AMINUDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.