Raung Kembali Bergolak, Bandara Sumenep Ditutup Sementara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Raung terlihat mengeluarkan abu vulkanik ketika kapal penyebrangan yang mengangkut pemudik  di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, 12 Juli 2015. Pemudik lebih banyak memilih mudik dengan jalur darat laut dikarenakan Gunung Raung terus bererupsi. TEMPO/Johannes P. Christo

    Gunung Raung terlihat mengeluarkan abu vulkanik ketika kapal penyebrangan yang mengangkut pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, 12 Juli 2015. Pemudik lebih banyak memilih mudik dengan jalur darat laut dikarenakan Gunung Raung terus bererupsi. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebaran abu vulkanis Gunung Raung yang bergerak dari barat daya ke timur Pulau Madura membuat aktivitas di Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep, ditutup sementara.

    Berdasarkan Notice to Airmen (Notamn) Nomor 0588/15, penutupan berlangsung sejak pukul 15.35 WIB hingga esok hari, pukul 06.59 WIB.

    "Kami terus memantau perkembangannya," ujar juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Adravida Barata, di Jakarta, Minggu, 19 Juli 2015.

    Gunung yang terletak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ini memuntahkan debu dan asap vulkanik hingga ketinggian 5.000 meter di atas permukaan laut. Dalam pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, aviation colour code di daerah yang terkena aktivitas ini menjadi kuning atau siaga.

    Kementerian Perhubungan belum merilis apakah perubahan aktivitas ini akan membuat operasional bandara lain di sekitarnya, seperti Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, juga bakal ditutup. Namun hingga saat ini, bandara tersebut masih tetap berfungsi dengan penyesuaian rute udara.

    Koordinator Posko Pemantauan Arus Mudik dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Tatang Supriyadi menyatakan perubahan status dilakukan setiap enam jam sekali. Saat ini dua gunung lain yang juga bergolak, yakni Gunung Sinabung dan Gunung Gamalama, masih terpantau stabil.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.