Lalin Padat Wisata, Arus Subang Selatan Direkayasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur alternatif Subang-Cikamurang-Cijelag. TEMPO/Dicky Zulfikar Nawazaki

    Jalur alternatif Subang-Cikamurang-Cijelag. TEMPO/Dicky Zulfikar Nawazaki

    TEMPO.COSubang - Sepanjang H+1 dan H+2 pasca-Lebaran, kepadatan arus lalu lintas di wilayah Subang, Jawa Barat, mulai berpindah dari jalur utama Pantai Utara (Pantura) ke jalur tengah dan selatan.

    Sebagian petugas kepolisian yang semula bertugas di jalur Pantura kini sudah digeser ke selatan buat mengamankan arus lalu lintas yang terus membeludak.

    Kepala Kepolisian Resor Subang Ajun Komisaris Besar Agus Nurpatria mengatakan, jalur tengah Sadang-Kalijati-Subang menjadi jalur penghubung utama menuju jalur selatan yang terkenal sebagai jalur pariwisata.

    "Mereka berkunjung ke lokasi wisata, terutama Ciater dan Tangkuban Parahu, yang menjadi ikon pariwisata Subang," kata Agus saat dihubungi Tempo, Minggu, 19 Juli 2015.

    Dari pemantauan Tempo, arus kendaraan roda dua dan empat tampak padat tetapi masih lancar.

    "Kami perkirakan, sepanjang Minggu ini akan menjadi puncak kunjungan wisatawan," ujar Agus.

    Selain menggeser puluhan personel polisi dari lima pos penjagaan dan pengaturan di jalur Pantura ke jalur selatan, Agus juga mulai melakukan uji coba rekayasa pengalihan arus.

    Hal ini untuk mengantisipasi derasnya arus lalu lintas wisata yang keluar dari pintu gerbang tol Cipali menuju kota dan jalur selatan.

    Rekayasa itu yakni ruas gerbang tol Cipali-kota menuju jalur selatan menjadi satu arah. Adapun arus yang datang dari arah selatan-kota menuju gerbang tol Cilameri diwajibkan masuk jalur alternatif terminal-Sukamelang keluar di Cilameri.

    Kepala Hubungan Masyarakat PT Sari Ater, Yukie Azuania, mengatakan sehari pasca-Lebaran jumlah pengunjung ke lokasi Ciater terus menunjukkan peningkatan. "Meningkat tiga kali lipat dari kunjungan hari-hari biasa," katanya.

    Wisata air purba atau air panas alami tetap menjadi pilihan utama para pengunjung.

    Berdasarkan pemantauan, arus wisatawan yang menggunakan kendaraan roda dua dan empat terus mengalir sejak pagi hingga malam dari arah Sadang, Purwakarta. Sebagian besar para pelancong akan berkunjung ke Ciater dan Tangkuban Parahu.

    "Kami mau ke Ciater, mau berendam air panas," kata Rahadian, wisatawan asal Jakarta. Tetapi ada juga yang berkunjung ke sejumlah lokasi wisata di luar Ciater dan Tangkuban Parahu, seperti ke Curug Cijalu di Serang Panjang, air panas Batu Kapur di Dawuan, dan Curug Cigayonggong di Cisalak.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.