Kapolri Temui Elemen Masyarakat di Tolikara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti saat memeriksa berkas dan menanda tangain sejumlah berkas di ruangnya di gedung mabes polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti saat memeriksa berkas dan menanda tangain sejumlah berkas di ruangnya di gedung mabes polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti meninjau lokasi kerusuhan yang terjadi salat salat Id di Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua, hari ini. Badrodin diagendakan menemui sejumlah elemen masyarakat untuk mengetahui akar permasalahannya.

    "Berangkatnya tadi malam. Rencananya cuma sehari," kata Staf Pribadi Kapolri Ade Ary saat dihubungi Tempo, Minggu, 19 Juli 2015. "Kalau tidak nanti malam, ya besok pulangnya."

    Kerusuhan terjadi di Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua, tepat pada perayaan Idul Fitri 1436 Hijriah, Jumat, 17 Juli 2015. Sekelompok warga Tolikara membakar kios, rumah, dan Musala Baitul Mutaqin yang terletak di dekat tempat penyelenggaraan Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Injili Pemuda.

    Kejadian ini berawal dari larangan menjalankan ibadah untuk umat Islam berdasarkan surat edaran dari Gerakan Injili di Indonesia (GIDI).

    Para pelaku pembakaran sempat melempari musala dengan batu sambil melarang pelaksanaan salat Idul Fitri. Saat kebakaran meluas, warga muslim Tolikara langsung membubarkan diri. Salat terpaksa dibatalkan. Enam rumah, sebelas kios, dan satu musala ludes terbakar. Satu orang dikabarkan tewas tertembak aparat.

    Kepala Kepolisian Daerah Papua dan Pangdam dikabarkan telah memberikan bantuan berupa uang tunai kepada para korban pembakaran. Pemerintah Kabupaten Tolikora pun berjanji akan membangun kembali kios-kios yang terbakar dan memberikan modal usaha.

    Kapolda Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende juga menegaskan mengusut provokator maupun pelaku penyerangan dan menyelidiki kemungkinan salah prosedur oleh aparat saat melakukan tembakan peringatan untuk menghalau massa yang melempari batu ke warga yang sedang salat.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.