Pilkada Serentak, Golkar Ingin Menangkan Separuh Kursi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga sedang menyampaikan sambutan dan amanat pada acara penutupan Rakornas Legislator se-Indonesia Partai Golkar di Jakarta, Minggu (6/6). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga sedang menyampaikan sambutan dan amanat pada acara penutupan Rakornas Legislator se-Indonesia Partai Golkar di Jakarta, Minggu (6/6). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar menetapkan target kemenangan 55 persen dari 269 kursi kepala daerah yang diperebutkan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Jumlah itu sama dengan jumlah kader Golkar yang saat ini menjabat. Angka itu sudah termasuk kursi kepala daerah yang direbut lewat koalisi bersama partai lainnya.

    "Targetnya memang dapat orang pertama atau kedua, tergantung sosok yang disukai masyarakat," kata Anggota Tim 10 Partai Golkar Theo Sambuaga di kediaman Ketua Fraksi Golkar di parlemen, Ade Komaruddin, Sabtu, 18 Juli 2015.

    Theo mengatakan, di beberapa daerah, Golkar merasa sangat yakin mampu memenangkan Pilkada tanpa koalisi dengan partai lain. Dia menunjuk daerah seperti Banten, dimana Golkar percaya diri telah mengantongi suara hingga 20 persen.

    ‎Sementara di beberapa daerah lainnya seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Jambi, Golkar akan menggandeng beberapa partai seperti PDIP, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Demokrat dan PKS. Theo memastikan ajakan koalisi tidak lagi memperhitungkan keberadaan Koalisi Indonesia Hebat atau Koalisi Merah Putih.

    Golkar memastikan diri maju dalam pilkada setelah ada jalan keluar dari KPU soal syarat mencalonkan kader meski belum islah yang inkrah. Pada batas akhir pendaftaran, menurut Theo, kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie akan sama-sama mengajukan daftar calon yang sama ke KPU. Perbedaan hanya di kolom kepengurusan dan tanda tangan.

    "KPU sudah bilang bisa sebagai jalan keluar," kata dia. "Sekarang yang penting, dua kubu mendaftarkan calon yang sama supaya sah."

    FRANSISCO ROSARIANS‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.