Lebaran Hari Kedua, Tol Cikampek Padat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di pintu tol Cikampek, Purwakarta, Jabar, 25 Juli 2014. Antrean kendaraan sekitar 4 km sebelum pintu tol hingga perempatan Jomin. ANTARA/Wahyu Putro A

    Kemacetan di pintu tol Cikampek, Purwakarta, Jabar, 25 Juli 2014. Antrean kendaraan sekitar 4 km sebelum pintu tol hingga perempatan Jomin. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kendaraan dari Jakarta memadati ruas jalan tol Cikampek ke arah timur, Sabtu sore, 18 Juli 2015. Selepas pintu keluar Kalimalang, kepadatan sempat mencair dan kendaraan bisa dipacu lebih dari 20-30 kilometer per jam.

    Dari pantauan Tempo, kendaraan kembali merayap menjelang pintu keluar tol Cikampek di Bekasi Timur. Sebanyak empat lajur tol ke arah Bandung serta bahu kiri jalan, terisi penuh kendaraan yang mengular panjang, mayoritas mobil.

    Situasi di jalan tol Cikampek ini seperti kemacetan di jalan raya, kontras dengan kondisi arus kendaraan di arah sebaliknya yang lancar menuju Jakarta.

    Sejauh mata memandang ke arah depan, hanya terlihat antrean panjang kendaraan yang bergerak tersendat. Memasuki Rest Area di kilometer 19, kendaraan pun harus antre sekitar 200 meter.

    Perlu waktu sekitar 30 menit untuk kendaraan bergerak sejauh 9 kilometer. Beberapa mobil berpenumpang keluarga, memilih parkir di sisi jalan tol daerah Cikarang untuk beristirahat.

    Di kilometer 33, puluhan kendaraan berjajar parkir karena rest area telah penuh kendaraan. Sampai di sini, antrean panjang di jalan tol belum berakhir.

    Penyebab hambatan di jalan tol tersebut rupanya antrean kendaraan yang ingin masuk rest area kilometer 39. Di dalam rest area tersebut, terlihat telah penuh sesak kendaraan yang parkir. Selepas kilometer 39, pengemudi bisa leluasa memacu kendaraannya sesuai batas minimal kecepataj 60 kilometer per jam.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.