Peziarah Membeludak, Jalanan Macet Hingga 1 Kilometer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil memutar balik setelah terjebak macet hampir 2 km di pintu keluar Tol Buahbatu, Bandung, 18 Juli 2015. Lebaran hari ke-2, ribuan kendaraan keluar masuk melalui tol Buahbatu, Pasteur, dan Cileunyi mengarah ke kawasan-kawasan wisata di Kabupaten Bandung dan Garut. TEMPO/Prima Mulia

    Sebuah mobil memutar balik setelah terjebak macet hampir 2 km di pintu keluar Tol Buahbatu, Bandung, 18 Juli 2015. Lebaran hari ke-2, ribuan kendaraan keluar masuk melalui tol Buahbatu, Pasteur, dan Cileunyi mengarah ke kawasan-kawasan wisata di Kabupaten Bandung dan Garut. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslimin Sirnaraga di Jalan Padjajaran Bandung dipadati para peziarah, bukan hanya peziarah dari dalam kota saja. Mereka yang berasal dari luar seperti kota garut, Tasik bahkan Sumatera berbondong-bondong memadati area pemakaman dan jalanan sekitar. Hal tersebut membuat kemacetan yang cukup panjang di jalan utama Padjajaran, Sabtu 18 Juli 2015

    Menurut pantauan Tempo, sumber kemacetan berasal dari kendaraan yang diparkir tepat di bahu jalan sekitar lokasi, hal tersebut dikarnakan tidak adanya lahan parkir yang dapat menampung kendaraan yang dibawa oleh peziarah. Buntut kemacetan terjadi hingga perempatan Padjajaran. Akibat macet yang cukup oanjang banyak kendaraan memilih untuk berputar balik atau memilih jalan lain dengan melewati jalan-jalan kecil di sekitar lokasi kemacetan

    "Ini banyak yang parkir jadi macetnya lumayan parah, saya mau ke bandara mengantar keponakan tapi karena padat begini ya cari jalan lain sajalah takutnya engga keburu" ujar Ferdinan Agus salah seorang pengguna jalan, Sabtu 18 Juli 2015

    Menurut Uus, 46 tahun, salah seorang juru parkir TPU Sirnaraga, kemacetan tersebut memang selalu terjadi setiap tahun. Peziarah yang membeludak dan berasal dari luar kota biasanya membawa lebih dari satu kendaraan, karena membawa serta seluruh keluarganya untuk ziarah. Namun hal tersebut menguntungkan warga sekitar yang bekerja sepertinya. Pasalnya ia dan warga lain bisa mendapat untung dari parkiran tersebut.

    "Udah biasa macet terus tiap tahun, ini karena engga aa lapangan buat parkir, ya akhirnya di pinggir jalan. Tapi ga pernah lama sore juga udah lancar lagi. Lagi pula warga seperti saya bisa meraup untung dari pengunjung yang parkir. Sekali parkir untuk mobil 5000 jadi ya alhamdulillah bisa buat nambah uang lebaran" ujar Uus.

    Dalam sehari Uus dan juru parkir lainnya bisa meraup untung hingga ratusan ribu rupiah, pengunjung akan silih berganti datang dimulai pada pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Biasanya peziarah akan membeludak pada hari menjelang puasa dan hari lebaran, tradisi ziarah sebelum dan seaudah lebaran di kalangan masyarakat memang masih terus dilakukan oleh kebanyakan orang.

    "Sehari bisa sampai 500 kalo dari pagi sampai sore, tapikan karena gantian sama yang lain ya 300anlah dapetnya. Biasanya seblum puasa sama pas lebaran pasti banyak pengunjung, bukan cuma juru parkir yang kebagian banyak untung tapi penjual bunga dan pembersih makam juga ikut untung" ujar Uus

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.