Jokowi Bagikan Buku Tulis dan Sembako di Solo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Bupati Nagan Raya Zulkarnaini (ketiga kanan) saat tiba di Bandara Cut Nyak Dien, Nagan Raya, Aceh, 16 Juli 2015. Kedatangan Jokowi di Aceh untuk mengunjungi tiga desa. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Bupati Nagan Raya Zulkarnaini (ketiga kanan) saat tiba di Bandara Cut Nyak Dien, Nagan Raya, Aceh, 16 Juli 2015. Kedatangan Jokowi di Aceh untuk mengunjungi tiga desa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Solo - Presiden Joko Widodo menyempatkan mudik ke kota kelahirannya, Solo, pada Lebaran ini. Di kota tersebut dia membagikan sembako dan buku tulis kepada warga di Pasar Klithikan Notoharjo, Sabtu, 18 Juli 2015.

    Jokowi tiba di pasar tersebut menjelang siang hari dengan ditemani Ibu Negara Iriana serta Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Disertai petugas pengamanan, rombongan juga membawa truk yang membawa ribuan paket sembako berupa beras, minyak goreng, dan buku tulis.

    Warga di sekitar pasar yang telah memiliki kupon antre dengan tertib untuk memperoleh sembako dari mantan Wali Kota Surakarta tersebut. Selain membagi sembako, Jokowi juga menyempatkan diri untuk bersalaman dengan warga.

    Menurut Jokowi, dia sengaja berkunjung di pasar yang dibangunnya pada 2006 silam. "Napak tilas," katanya sembari tersenyum. Pasar tersebut memang cukup berkesan bagi Jokowi lantaran dia mampu merelokasi hampir seribu pedagang kaki lima (PKL) di pasar itu.

    "Ini mengingatkan kita bahwa masih banyak penataan PKL yang harus dilakukan di semua kota," katanya. Menurut dia, PKL merupakan sektor ekonomi yang terbukti mampu bertahan di berbagai kondisi ekonomi.

    Jokowi tiba di Kota Solo pada Jumat malam setelah melakukan kunjungan ke Aceh. Berdasarkan informasi yang diperoleh, selain membagikan sembako untuk masyarakat, Jokowi juga memiliki sejumlah agenda pribadi, salah satunya pertemuan keluarga di Boyolali.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.