Libur Lebaran, Warga Padati Taman Wisata Bantimurung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Permandian alam Bantimurung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. TEMPO/Hariandi Hafid

    Permandian alam Bantimurung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Maros - Tradisi bersama keluarga seusai merayakan hari raya Idul Fitri biasanya adalah menikmati liburan. Tempat yang kerap dikunjungi adalah sejumlah obyek wisata. Salah tempat yang menjadi lokasi berlibur adalah Taman Nasional Wisata Bantimurung yang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

    Di tempat wisata ini, keluarga bisa menikmati panorama alam dan juga air terjun. Tidak hanya itu, bisa melihat beberapa gua prasejarah yang ada di Bantimurung, Maros. Sehari setelah Hari Raya Idul Fitri, tempat wisata Bantimurung ini sudah dipadati ribuan pengunjung yang membawa anak atau bersama keluarga mereka.

    Muhammad Ridwan, salah seorang pengunjung asal Makassar, datang bersama istri dan empat anaknya. Menurut dia mengunjungi tempat wisata seusai merayakan Idul Fitri sudah menjadi tradisi atau kebiasaan yang dilakukan tiap tahun bersama keluarga. ”Berkunjung ke lokasi wisata menjadi pilihan berlibur bagi anak-anak selama libur Lebaran,” ujar Ridwan.

    Dengan mengeluarkan uang Rp 25 ribu untuk biaya karcis, pengunjung menikmati keunikan yang ada di tempat wisata Bantimurung, seperti Goa Mimpi Bantimurung, penangkaran dan museum kupu-kupu, juga Goa Batu Bantimurung. Selain itu di tempat wisata Bantimurung ini terdapat 170 jenis kupu-kupu yang sudah terdata.

    Koordinator Pelayanan Taman Wisata Bantimurung Anwar menuturkan, puncak pengunjung di Bantimurung ini terjadi biasanya setelah dua atau tiga hari setelah Idul Fitri. ”Jika dibandingkan kemarin, pengunjung hari ini lebih banyak," ujarnya. Anwar memperkirakan dalam sepekan seusai Lebaran, pengunjung Bantimurung biasanya hingga 30 ribu orang. Menurut dia, pada masa puncak pengunjung, dalam sehari biasanya ada 10 ribu pengunjung.

    BADAUNI A.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.