Rusuh Tolikara, Begini Status GIDI di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Gereja Kingmi Berunjuk Rasa di Gedung DPR Papua, Rabu (20/7). TEMPO/Jerry Omona

    Umat Gereja Kingmi Berunjuk Rasa di Gedung DPR Papua, Rabu (20/7). TEMPO/Jerry Omona

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama, Odhita Hutabarat, mengatakan status Gereja Injili di Indonesia (GIDI) sudah resmi tercatat di kementeriannya. Dia mengatakan, Sinode GIDI tercatat sejak 25 Februari 1989, dengan nomor urut 43.

    "Gereja ini sudah resmi dan diakui di Indonesia dengan nomor kop surat pendaftaran E/Ket/385-1745/76. Daftar Ulang: F/Ket/43-642/89," kata Odhita dalam konferensi pers terkait bentrok Tolikara, di kantor Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Sabtu, 18 Juli 2015.

    Karena itu, kata Odhita, GIDI pun berhak mengembangkan pelayanannya di Indonesia. Sebagai gereja yang tercatat di Indonesia, GIDI juga memiliki kewajiban untuk melaporkan setiap kegiatannya kepada kanwil setempat, sebagai perwakilan Kementerian Agama di daerah. Dia juga mengatakan, GIDI juga tersebar di seluruh wilayah Indonesia, tak hanya di Papua.

    Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Ronny Mandang, mengatakan basis GIDI terbesar memang di Tolikara, Papua. Setelah itu, GIDI juga mulai tersebar ke wilayah Sentani. Namun, wilayah Tolikara tetap jadi pusatnya.

    "Hanya ada satu macam gereja di Tolikara. Karena itu, mereka seperti tuan rumah," kata Ronny.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, persebaran pelayanan GIDI di Papua berbasis di wilayah-wilayah pegunungan. Hal ini diawali oleh tiga misionaris Hans Veldhuis, Fred Dawson, dan Russel Bond yang masuk melalui Senggi menuju Wamena pada 22 Januari 1955.

    Mereka lalu mulai misi penginjilan ke arah barat pegunungan Jayawiyaya melalui jalur darat. Jemaat awal gereja mulai terbentuk di Kelila, wilayah Bogo, Papua pada 1962. Setelah itu, persebaran ajaran injili pun meluas di wilayah besar pegunungan tengah Papua.

    Gereja pribumi ini mengalami perubahan nama beberapa kali. Hingga setelah masa peralihan Papua ke wilayah Indonesia, sinode gereja memutuskan nama Gereja Injili di Indonesia untuk didaftarkan ke Kementerian Agama dan memulai buka pos pelayanan injili di seluruh Indonesia. Saat ini, GIDI memliki 8 wilayah pelayanan di seluruh Indonesia.

    "GIDI juga ada di wilayah Gading Serpong. Di sana ada dua pendeta GIDI Tolikara yang ikut belajar teologi di Jakarta," kata Ronny.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.