Rusuh Tolikara, PGLII: Pemicunya Bukan Surat Edaran GIDI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Zainuddin MN

    ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Jakarta - Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) meragukan bentrok masyarakat Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, berasal dari surat edaran Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara. Ketua Umum PGLII Ronny Mandang mengatakan, ada dugaan bentrok muncul setelah masyarakat mendengar suara tembakan.

    "Dari informasi yang kami dapatkan, serangan dari jemaat gereja justru muncul setelah terdengar tembakan yang mengarah ke mereka," kata Ronny dalam konferensi persi soal bentrok di Tolikara, di kantor Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Juli 2015.

    Menurut Ronny, hasil pendalaman sementara dari lapangan, jemaat GIDI mulai mendatangi masyarakat yang sedang salat Id di musala halaman Koramil Tolikara. Alasannya, pengeras suara yang digunakan mulai menganggu seminar dan ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di gereja. Warga jemaat GIDI yang ingin berkoordinasi, lalu dikejutkan dengan tembakan yang membuat 12 jemaat roboh.

    Hal ini menyebabkan warga jemaat GIDI panik, dan mulai menyerang kios-kios di sekitar lokasi salat Id. Warga muslim Tolikara yang sedang salat Id pun berhamburan meninggalkan lokasi kejadian karena takut kena sasaran aparat ataupun sesama warga Tolikara. "Jadi, pemicunya bukan dari surat GIDI yang beredar di media sosial," kata Ronny.

    Baca:
    Rusuh Tolikara, Presiden Jokowi Minta Maaf ke Umat Islam
    Rusuh Tolikara, Ketua Sinode GDI Minta Maaf

    Adapun, juru bicara Persekutuan Gereja Indonesia, Jeirry Sumampow, juga memastikan tembakan bukan berasal dari kaum OPM. PGI pun turut menyakini adanya kemungkinan asal tembakan dari aparat TNI. Namun, kata Jeirry, semua informasi ini harus bisa dikonfirmasi kembali kebenarannya. "Saat ini informasi dari Tolikara masih minim karena sulitnya akses komunikasi," kata dia.

    Pada saat yang bersamaan dengan konferensi pers ini, kata Jerry, di Tolikara juga sedang berlangsung diskusi antartokoh masyarakat, tokoh agama Tolikara, bupati, DPRD, dan aparat setempat untuk membicarakan soal duduk perkara terjadinya bentrok kemarin. Namun, hingga kini diskusi masih berlangsung, sehingga laporan terbaru dari Tolikara belum sampai ke tangan PGI.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.