Bentrok Tolikara, Pemerintah Janji Bangun Kios yang Dibakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Herwig Prammer

    REUTERS/Herwig Prammer

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan membangun kembali kios-kios yang terbakar karena bentrok di Kabupaten Tolikara, Papua. "Kami siap membangun pasar yang dibakar," kata Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya di gedung Sekretariat Negara, Sabtu, 18 Juli 2015.

    Lenis mengatakan ada 13 kios terbakar karena bentrokan tersebut. Pemerintah, kata dia, akan menanggung semua biaya pembangunan kios-kios tersebut. "Rumah, kios, dan musala di Tolikara akan kita bangun. Warga muslim di Tolikara jangan khawatir," katanya. 

    Pada tanggal 29 Juli mendatang, Lenis mengatakan akan mendatangi Kabupaten Tolikara untuk menghitung seluruh kerugian dan menyelidiki penyebab terjadinya insiden. Bersamaan dengan itu, Lenis juga akan melakukan mediasi kepada dua kelompok masyarakat yang bentrok.

    Lenis tidak datang ke Papua saat ini karena suasana masih panas. "Jadi diharapkan nanti pada tanggal 29 sudah tenang dan bisa dilakukan mediasi," katanya. 

    Bentrok terjadi kemarin di Kabupaten Tolikara, Papua, saat salat Idul Fitri pada jam 07.00 waktu setempat. Satu musala dilempar dan dibakar. Saat diserang, warga yang salat langsung berhamburan keluar musala.

    Enam rumah dan sebelas kios yang berada sekitar juga diserang. Korban luka mencapai 12 orang dan satu orang meninggal. Korban luka merupakan orang yang melakukan penyerangan karena dihalau aparatur keamanan.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.