Rusuh Tolikara, Ketua Sinode GDI Minta Maaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. REUTERS/Lucas Jackson

    Ilustrasi. REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama, Oditha R. Hutabarat mengatakan sejumlah tokoh agama termasuk perwakilan Sinode Gereja Injil di Indonesia (GDI) mengadakan rapat koordinasi bersama Kepolisian Daerah Papua pagi ini terkait bentrok di Karubuga, Kabupaten Tolikara, Papua. Kementerian masih menunggu hasil rapat tersebut.

    "Ada perkembangan lebih lanjut. Pagi ini pukul 10.00 WIT sinode GDI, tokoh agama, pemerintah daerah dan Kapolda Papua rapat koordinasi," kata Oditha saat dihubungi Tempo, Sabtu, 18 Juli 2015.

    Oditha mengatakan Kementerian Agama meminta laporan tertulis rapat koordinasi tersebut. Ia ingin setiap kelompok yang terlibat dalam bentrok yang terjadi Jumat, 17 Juli 2015  menjelaskan kronologi kejadian secara rinci.

    (Baca: http://nasional.tempo.co/read/news/2015/07/18/078684720/bentrok-di-tolikara-begini-langkah-menteri-lukman-memediasi)

    (Baca:http://nasional.tempo.co/read/news/2015/07/18/078684713/bentrok-di-tolikara-umat-kristen-menyatakan-permohonan-maaf)

    Ketua Sinode GDI, kata Oditha, telah menyatakan permintaan maaf secara lisan lewat telepon dan tulisan lewat pesan pendek semalam. "Hanya lewat itu karena di sana sinyal sangat sulit. Mereka tak bisa akses internet sehingga tak bisa kirim laporan e-mail," kata Oditha.

    Pagi ini, Oditha bersama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia akan mengadakan konferensi pers di Kantor Pusat PGI, Jakarta. Ia akan menyampaikan permohonan maaf kepada umat muslim dan memaparkan perkembangan penyelidikan kasus. "Kami sambil menunggu hasil rapat di sana," kata dia.

    Kerusuhan terjadi di Kaburaga, Tolikara, Papua tepat pada perayaan Idul Fitri 1436 Hijriah, Jumat, 17 Juli 2015. Sekelompok warga setempat membakar kios, rumah, dan Musala Baitul Mutaqin yang terletak di dekat tempat penyelenggaraan Seminar dan KKR Injili Pemuda.

    Para pelaku pembakaran sempat melempari musala dengan batu sambil melarang pelaksanaan salat Idul Fitri. Saat kebakaran meluas, warga langsung membubarkan diri. Salat terpaksa dibatalkan. Enam rumah, sebelas kios, dan satu musala ludes terbakar.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.