Jalur Alternatif Cijapati Mulai Digunakan di Nagreg

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan lalulintas arus balik H+2 lebaran di Jalur Selatan Nagrek, Jawa Barat,  Kamis 31 Juli 2014l Kemacetan tersebut dipicu meningkatnya volume kendaraan pemudik dan wisatawan yang berlibur melintasi jalur selatan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kemacetan lalulintas arus balik H+2 lebaran di Jalur Selatan Nagrek, Jawa Barat, Kamis 31 Juli 2014l Kemacetan tersebut dipicu meningkatnya volume kendaraan pemudik dan wisatawan yang berlibur melintasi jalur selatan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Bandung - Arus mudik lebaran 2015 jalur selatan melalui Nagreg, terus mengalami peningkatan. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung, Ajun Komisaris Polisi, Eko Munarianto memprediksi untuk besok, Sabtu, 18 Juli 2015 volume kendaraan akan tetap mengalami kenaikan.

    "Akan terjadi peningkatan namun yang mudik lokal saja dan wisata. Kita sudah antisipasi dengan penggelaran personil," kata Eko kepada Tempo, Jumat, 17 Juli 2015.

    Berdasarkan pantauan Tempo, sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB, Jumat, 17 Juli 2015, lajur kendaraan dari arah Bandung menuju Garut juga Tasikmalaya padat. Kemacetan ini disinyalir akibat mudik lokal atau perjalanan wisata yang rutin ditempuh pemudik kala Lebaran.

    Guna mengurai kemacetan yang tengah mendera jalur Nagreg, polisi memberlakukan jalur alternatif melalui jalan Cijapati. Namun hal itu, kata Eko, tidak terlalu banyak diminati pemudik karena jalur Cijapati masih dalam proses perbaikan.

    Selain itu, jalur alternatif lain yang tengah digulirkan Polres Bandung pun yakni, jalur alternatif bagian tengah via Parakan Muncang. Saat ekor kemacetan mencapai Parakan Muncang, terpaksa rekayasa lalu lintas dengan sistem pengalihan jalur segera diberlakukan. "Itu jalur alternatif kami lewatkan ke arah Sumedang, atau jalur tengah," katanya.

    Berdasarkan data harian Operasi Ketupat Lodaya 2015, dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, jumlah kendaraan roda empat yang keluar dari tol Cileunyi menuju arah timur cenderung mengalami penurunan. Jumlah total kendaraan yang keluar dari pintu tol Cileunyi 13.048 kendaraan, sementara untuk hari kemarin pada jam yang sama jumlah kendaraan sebanyak 13.239 unit.

    Selain itu, untuk volume kendaraan yang melintasi jalur Nagreg, terhitung sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, Jumat, 17 Juli 2015 cenderung mengalami kenaikan sebesar 8,19 persen dari hari sebelumnya. Kendaraan roda dua masih mendominasi dengan jumlah total 50.194 unit, sementara roda 4 berjumlah 13.276 unit. Jumlah totalnya yakni, sekitar 63.470 unit kendaraan

    AMINUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.