Bertemu JK, Anies Baswedan Sarungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait indeks integritas ujian nasional di Jakarta, 18 Mei 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait indeks integritas ujian nasional di Jakarta, 18 Mei 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memilih memakai baju koko dan sarung, saat menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Istana Kepresidenan tadi pagi. Kostum Lebarannya sangat berbeda dengan menteri lainnya.

    "Saya baru sadar waktu di Istana saya satu-satunya yang pakai sarung dan sandal," kata Anis, di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat 17 Juli 2015. Saat ditemui wartawan, Anies masih berbaju koko putih, dan bersarung coklat. Di kepalanya terpasang kopiah hitam. Tak seperti saat bekerja, Anies mengenakan sandal hitam polos berbahan karet.

    Penampilannya yang unik mendapat pujian dari Kalla. "Kata Pak Wapres, nah ini yang benar memang begini," kata Anies, di depan para tamunya. Penampilan Anies itu, juga membuat sejumlah tamu yang berkunjung ke rumahnya kaget. Pakar pendidikan Arif Rahman Hakim, ternganga saat melihat kostum yang dikenakan Anies. "Lho sarungan?" kata dia.

    Seorang tamu lain, justru memuji Anies sebagai calon ulama. "Ini sudah cocok jadi alim ulama," kata dia.

    Pagi tadi, Anies menunaikan salat Idul Fitri di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama keluarga besar dan stafnya. Ini pertama kalinya Anies melakukan salat di kementerian.

    Selepas salat Id, Anies bersama keluarga bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta. Anies juga mengunjungi rumah Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.