Meski Tak Gelar Open House, Rumah Mega Kebanjiran Tamu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutan saat membuka Sekolah Calon Kepala Daerah di Kantor DPP Partai PDI Perjuangan, Jakarta, 28 Juni 2015. Sekitar 70 calon kepala daerah akan dibekali pengetahuan untuk memenangkan Pilkada. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutan saat membuka Sekolah Calon Kepala Daerah di Kantor DPP Partai PDI Perjuangan, Jakarta, 28 Juni 2015. Sekitar 70 calon kepala daerah akan dibekali pengetahuan untuk memenangkan Pilkada. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Mantan presiden Megawati Soekarnoputri tidak menggelar open house dalam rangka Lebaran, Jumat, 17 Juli 2015. Sebuah kertas bertuliskan ”TAK ADA OPEN HOUSE” ditempelkan pada tembok pagar kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, itu. Meski demikian, sejak pagi antrean tamu mengular di pintu rumah Megawati. Sejumlah pejabat negara dan politikus partai berbondong-bondong berkunjung ke sana.  

    Di antaranya Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Ashiddiqie. Terlihat juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serta pelaksana tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Taufiequrachman Ruki. Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti; mantan Panglima Jenderal TNI, Moeldoko, bersama istri; mantan Menteri Perekonomian, Kwik Kian Gie; dan Ketua Umum Golkar hasil Musyawarah Nasional Ancol, Agung Laksono, juga ikut antre.

    Tak hanya dari dalam negeri, sejumlah perwakilan duta besar negara tetangga juga datang. Salah satunya perwakilan negara Cina. Mereka mengantre dari halaman hingga pintu masuk rumah beralamat di Jalan Teuku Umar 27-A, Jakarta Pusat, itu. 

    Di dalam rumah, Megawati ditemani putrinya yang juga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, dan Ketua PDI Perjuangan Prananda Prabowo. Mereka menyalami semua tamu yang datang. 

    Ditemui di sela acara, politikus PDIP, Ahmad Basarah, menyebutkan ramainya kediaman Megawati ini menunjukkan kharisma politikus itu masih berakar tak hanya secara politik, tapi juga budaya. 

    "Semua tokoh dari berbagai kalangan masih datang untuk bersilaturahmi. Tak hanya di tahun ini, tapi juga sebelumnya.  Ini menunjukkan Megawati masih menjadi central of power (pusat kekuasaan)," katanya. Kedatangan semua tokoh itu, kata dia, menunjukkan bahwa figur Mega dimiliki oleh semua kalangan. "Itu yang jadi magnitude. Jangan dikaitkan dengan hal-hal substantif," kata Basarah.

    AGUSTINA WIDIARSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.