JK Minta Komisi Yudisial Tak Umbar Pernyataan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut berkomentar tentang penetapan tersangka terhadap dua petinggi Komisi Yudisial oleh Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI. JK meminta kepolisian dan Komisi Yudisial sama-sama menahan diri.

    "Sebaiknya semuanya menahan diri, menghormati tugas masing-masing sesuai dengan aturan," katanya di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jumat, 17 Juli 2015.

    Ia mencontohkan, Komisi Yudisial seharusnya melaksanakan tugas mengawasi hakim sesuai dengan aturan yang wajar. "Jangan dulu mengumbar pernyataan sebelum kasusnya selesai," katanya. 

    JK juga meminta polisi menjalankan tugas penanganan kasus sesuai dengan prosedur. "Semua kan petugas hukum, menjalankan tugas sebaik-baiknya, sesuai dengan etika," katanya.

    Kepolisian menetapkan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan Komisioner Komisi Taufiqurrahman Syahuri sebagai tersangka. Keduanya dijadikan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik hakim Sarpin Rizaldi. Sarpin adalah hakim yang menerima permohonan gugatan praperadilan Komisaris Jenderal Budi Gunawan atas penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. 

    Sarpin melaporkan keduanya menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 310 tentang pencemaran nama baik dan Pasal 311 tentang fitnah.

    ANANDA TERESIA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.