Macet, Pemudik Memilih Salat Id di Perjalanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintasi kawasan Kluwut, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, 15 Juli 2015. Dua hari jelang Lebaran (H-2). arus mudik dari Jakarta ke Pantura Brebes-Tegal semakin meningkat. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintasi kawasan Kluwut, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, 15 Juli 2015. Dua hari jelang Lebaran (H-2). arus mudik dari Jakarta ke Pantura Brebes-Tegal semakin meningkat. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COTegal - Kemacetan lalu lintas di jalur utama Pantai Utara Jawa belum reda hingga Jumat dinihari, 17 Juli 2015. Akibatnya, banyak pemudik memilih beristirahat di hotel ketimbang melanjutkan perjalanan untuk berlebaran di kampung halaman.  

    Salah satunya Agus Sucipto. Lelaki asal Pemalang itu memilih beristirahat di Tegal. "Sebenarnya tinggal satu jam lagi sampai Pemalang, tapi badan sudah tidak kuat, akhirnya cari penginapan," kata Agus. 

    Dia mengaku kelelahan setelah terjebak macet selama lima jam di tol Pejagan. Lelaki yang berangkat bersama istri dan anaknya dari Tangerang Selatan tersebut semula berniat salat Idul Fitri di kampung halamannya. Tapi rencana itu dia urungkan. Dia memilih salat Id di Masjid Nur Hasanah, Sumurpanggang, Tegal, Jawa Tengah. 

    Selain Agus, Muhammad bersama keluarganya langsung meneruskan perjalanan setelah menunaikan salat Id di Tegal. Pemudik dari Jakarta tujuan Solo itu juga mengeluhkan hal yang sama. Kemacetan selama berjam-jam menguras tenaganya.  

    Para pemudik juga mengeluhkan minimnya fasilitas umum di pintu keluar tol Pejagan dan Brebes Timur. "Anak saya semalam terpaksa buang air besar di sawah karena tidak ada toilet. Ternyata pemudik yang lain juga banyak yang buang air di sana," ujarnya. 

    Menurut dia, kemacetan pada tahun ini lebih parah daripada tahun lalu. Kemacetan disebabkan oleh kendaraan yang menumpuk setelah keluar dari tol Cipali. "Mungkin kalau sudah selesai dibangun akan lebih baik," kata Muhammad.  

    VENANTIA MELINDA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.