Pantura Macet, Hotel Dipenuhi Pemudik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota kepolisian mengatur lalu lintas di Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 11 Juli 2015. Untuk mengurai kemacetan di pintu tol Palimanan, sebagian kendaraan pemudik dialihkan melalui pintu tol Kadipaten-Majalengka dan langsung menuju jalur Pantura Cirebon. ANTARA/Dedhez Anggara

    Seorang anggota kepolisian mengatur lalu lintas di Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 11 Juli 2015. Untuk mengurai kemacetan di pintu tol Palimanan, sebagian kendaraan pemudik dialihkan melalui pintu tol Kadipaten-Majalengka dan langsung menuju jalur Pantura Cirebon. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.COTegal - Kemacetan yang terjadi di jalur Pantai Utara Jawa dari Brebes hingga Tegal sehari menjelang Lebaran membawa berkah  bagi pengelola hotel di kawasan itu. Pasalnya, banyak pemudik yang kelelahan setelah menempuh perjalanan belasan jam memilih beristirahat di hotel-hotel tersebut. 

    Susi Hardani, pengelola Hotel Margadana, Jalan Raya Sumur Panggang Nomor 9, Tegal, Jawa Tengah, mengatakan peningkatan jumlah tamu hotel terjadi sejak Rabu malam. "Baru kemarin hotel penuh, soalnya Pantura macet parah. Kalau lalu lintas lancar, sedikit tamu yang menginap," kata Susi kepada Tempo, Kamis, 16 Juli 2015. 

    Hotel yang memiliki 48 kamar ini penuh kemarin malam. Menurut Susi, pada hari libur biasa, jumlah tamu hotelnya tidak sebanyak saat arus mudik. "Paling banyak kamar terisi setengah. Kalau jalan macet seperti ini, kamar baru bisa penuh. Ada kemungkinan malam ini juga akan penuh," katanya.

    Susi mengatakan, selama Lbaran, harga kamar hotelnya naik hingga 100 persen. "Sejak H-7 sampai H+7 besok harga naik dua kali lipat," katanya. Hotel yang berada tepat di utara jalur utama tersebut memiliki tiga kelas kamar. Kamar kelas AC yang biasanya dibanderol dengan harga Rp 160 ribu sejak seminggu yang lalu menjadi Rp 330 ribu. Kamar dengan fasilitas kipas angin dan televisi dipatok seharga Rp 220 ribu, dari harga sebelumnya Rp 120 ribu. Sedangkan kamar yang hanya menggunakan fasilitas kipas angin bertarif Rp 200 ribu, dari sebelumnya Rp 100 ribu. 

    Berdasarkan pantauan Tempo, hanya terdapat tiga hotel yang berada di tepi jalur Pantura sepanjang Kabupaten Tegal. Pilihan hotel lebih banyak berada di pusat Kota Tegal yang kurang strategis bagi para pemudik.

    Winda, 29 hotel, pemudik dari Jakarta yang akan menuju Yogyakarta, mengatakan memilih beristirahat di hotel. "Sudah hampir lima belas jam kami di jalan. Kasihan anak saya, kecapekan," kata ibu muda tersebut. 

    Dia bersama suaminya berencana melanjutkan perjalanan sebelum tengah malam nanti. "Biar bisa mandi dan tidur dulu, baru dilanjutkan lagi. Kemungkinan besar nanti malam lalu lintas sudah tidak sepadat siang tadi," kata Winda.  

    VENANTIA MELINDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.