Lebaran, Prabowo Tunggu 'Diundang' Mega  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, melambaikan tangan sebelum menjenguk Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di Rutan Guntur, Jakarta, 4 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, melambaikan tangan sebelum menjenguk Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di Rutan Guntur, Jakarta, 4 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto tidak akan bersilaturahmi ke rumah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia mengatakan tidak mengetahui ada open house di rumah Mega. 

    "Saya tidak tahu ada open house di sana," kata Prabowo setelah datang ke acara gelar griya di Istana Wakil Presiden, Jumat, 17 Juli 2015.

    Sembari bercanda, Prabowo mengatakan enggan datang ke rumah Mega karena open house di Teuku Umar bisa terbuka atau tertutup. "Di sana kadang dibuka, kadang tidak," katanya sambil tertawa. Prabowo hadir menghadiri open house yang diadakan Kalla sekitar pukul 10.00. Prabowo datang hampir berbarengan dengan Aburizal Bakrie dan Ketua DPR Setya Novanto.

    Setelah menghadiri open house di rumah dinas Kalla, Prabowo mengatakan, dia akan berkeliling ke rumah anggota keluarganya untuk bersilaturahmi. Beberapa menteri hadir dalam acara open house di rumah dinas Wakil Presiden. 

    Menteri yang hadir di rumah JK yaitu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Kesehatan Nina Moeloek, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Perindustrian Saleh Husin.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.